
Oleh: Agus Mulyono Hidup Dalam Etalase Ada satu gejala yang semakin terasa dalam kehidupan kita hari ini. Bukan tentang kurangnya informasi, bukan pula tentang kurangnya kecerdasan. Tetapi tentang kecenderungan manusia yang semakin sibuk membangun kesan dibanding membangun kenyataan. Kita hidup di zaman ketika terlihat baik kadang lebih penting daripada menjadi
Oleh: Zainul Mun,im, S.Pd., S.Ag., M.Pd. Di era media sosial, keramaian seolah memperoleh status baru sebagai penentu kebenaran. Apa yang viral dianggap penting. Apa yang banyak dibagikan dianggap layak dipercaya. Apa yang sedang ramai diperbincangkan dianggap pantas diikuti. Dalam hitungan menit, sebuah tarian, opini, kritik publik, atau bahkan kemarahan kolektif
Oleh. Mohammad Syafiq Qudsi, M.H. “Kalau memang sudah sesuai hukum, kenapa masih terasa tidak adil?” Pertanyaan sederhana itu sering muncul di tengah masyarakat. Kita mendengarnya di warung kopi, di media sosial, bahkan dalam percakapan sehari-hari. Misalnya ketika seseorang dihukum berat karena mencuri demi kebutuhan hidup, sementara kasus besar yang merugikan
Oleh: Pudji Pratitis Wismantara, S.T., M.T. Arsitektur selalu menyimpan makna di balik simbol yang ditampilkannya. Simbol merupakan pemadatan pemikiran manusia dan masyarakat tentang semesta, Tuhan, dan cara hidupnya. Melalui simbol, manusia mengenal, memahami, dan menempatkan diri dalam ruang hunian yang ia tinggali. Dalam konteks arsitektur masjid, sistem simbol memiliki peran
Oleh: Dr. M. Mukhlis Fahruddin, M.S.I Pendahuluan: Hubungan Epistemologis Islam dan ArsitekturArsitektur dalam peradaban Islam bukanlah sekadar seni mendirikan bangunan (the art of building), melainkan sebuah sublimasi dari nilai-nilai tauhid. Hubungan antara Islam dan arsitektur bersifat inheren dan multidimensional. Arsitektur bertindak sebagai ruang fisik yang memfasilitasi manusia untuk menjalankan fungsinya
Oleh: Agus Mulyono Antara Fisika, Pikiran, dan Realitas Hidup Ada orang yang sebenarnya pintar, rajin, bahkan punya kesempatan yang cukup baik dalam hidupnya. Tapi langkahnya selalu ragu. Sedikit takut. Sedikit curiga pada dirinya sendiri. Akibatnya, setiap peluang terlihat seperti ancaman. Setiap tantangan terasa terlalu berat. Padahal seringkali yang membuat seseorang
Oleh: Agus Mulyono Bisikan Kemiskinan Pak Kyai membuka pengajian bakda magrib itu dengan pertanyaan yang sederhana, tapi seperti biasa… tidak pernah benar-benar sederhana.“Coba jujur… siapa di antara kalian yang takut miskin?”Beberapa santri saling pandang. Ada yang tersenyum tipis. Ada yang langsung menunduk. Pertanyaan itu seperti cermin.. memantulkan sesuatu yang sering
Oleh: Agus Mulyono Duduk atau Jongkok ?? Ada satu pola yang sering berulang dalam hidup kita… sesuatu yang dulu sederhana, alami, dan selaras…perlahan ditinggalkan, bukan karena salah, tapi karena kita merasa sudah menemukan yang “lebih maju”. Kita mulai dari hal yang sangat dekat… bahkan terlalu dekat sampai sering tidak kita
Oleh: Agus Mulyono Berjuang, Berkorban dan Berdo’a Menjadi perhatian bersama, apa yang disampaikan oleh Prof. Imam Suprayogo dalam acara Halal Bi Halal kemarin… yang jika disarikan ada tiga kata yang perlu terus dihidupi dan diimplementasikan: “berjuang, berkorban, dan berdo’a”. Tiga kata ini bukan sekedar pesan moral, tetapi fondasi dalam membangun
Oleh: Agus Mulyono Ilmu dan Kedalaman Realitas Sebenarnya kita itu sejak lahir sudah menjadi murid kehidupan. Sebelum sempat mengenal huruf A atau angka satu. Waktu bayi, sekolah pertama kita bukan gedung megah dengan papan tulis atau proyektor. Sekolah pertama itu adalah pangkuan ibu. Yg mengajarkan suara lembut yang menenangkan tangis.