
Oleh: Ana Ziyadatul Husna Dosen Prodi Teknik Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia. Tulisan berikut adalah versi populer dari artikel jurnal: Husna, A.Z., Mappaturi, A.B., Bahar, M.A., Wismantara, P.P., & Rahman, H. (2025). Designing with local materials: toward sustainable temporary housing after the 2021 Mount
Oleh: Aisyah, M.Ars., GP Seratus tahun yang lalu, kita tidak ada di dunia ini, begitu pula di seratus tahun yang akan datang. Pertanyaan pentingnya adalah: seperti apa bumi yang kita tinggalkan nantinya? Apakah kualitas udara dan airnya masih sama? Apakah tumbuhan-tumbuhan dan hewan-hewan masih beraneka ragam? Apakah bahan bakar dan
Oleh: Yulia Eka Putrie Dosen Prodi Teknik Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia. Pernahkah kita merasa begitu akrab dengan sebuah masjid, sehingga ketika memasuki masjid lain muncul perasaan “ada yang beda”, meskipun kita tidak segera tahu apa yang berbeda? Mungkin mimbarnya tampak tidak seperti yang
Oleh: Agus Mulyono Standarisasi: Ketika Mutu Bertemu Kekuasaan Kalau kita mendengar kata standarisasi, pikiran kita biasanya langsung menuju sesuatu yang baik. Ada ukuran yang jelas, ada kualitas yang terjaga, ada kepastian. Dan memang, pada banyak keadaan, standarisasi adalah sesuatu yang diperlukan. Tanpa standar, kualitas akan naik turun. Hari ini bagus,
Belajar dari Masjid-Masjid Bersejarah Walisongo Oleh: Aisyah Nur Handryant Kecerdasan buatan atau artificial intelligence kini dapat menghasilkan gambar bangunan hanya dalam hitungan detik. Cukup dengan menuliskan perintah seperti “rancang masjid futuristik yang ramah lingkungan”, AI dapat menyajikan beragam alternatif bentuk, fasad, interior, pencahayaan, lanskap, bahkan suasana ruang yang tampak menakjubkan.
Oleh: Harida Samudro, M.Ars “Bangunan tidak hanya membentuk cara kita beraktivitas, tetapi juga membentuk cara kita hidup.” Ketika membayangkan bangunan masa depan, bayangan kita biasanya tertuju pada gedung yang semakin tinggi, teknologi yang semakin canggih, serta sistem digital yang semakin cerdas. Berbagai kota berlomba menghadirkan bangunan ikonik sebagai simbol kemajuan,
Oleh: Muhammad Imam Faqihuddin, M.T. Tulisan berikut adalah versi populer dari artikel jurnal: Faqihuddin, M.I. & Firmansyah, A.Y. (2023). Urban Street Concept Based on Quran Perspective: The Most Comprehensive Solution to Street Problems. Journal of Islamic Architecture, 7(4). https://dx.doi.org/10.18860/jia.v7i4.17905 Coba perhatikan jalan yang kita lewati hari ini. Apakah trotoarnya cukup
Oleh Dr. A. Farid Nazaruddin ST. MT Tulisan berikut adalah versi populer dari artikel jurnal dengan penulis yang sama: Nazaruddin, F. Samudro, H. Firnamsyah, Y. Kurniawaty, P (2025). ISLAMIC ARCHITECTURE FRAMEWORK: MENTIFACT, SOCIOFACT AND ARTIFACT. Journal of Islamic Architecture https://doi.org/10.18860/jia.v8i3.23861 Ketika mendengar istilah arsitektur Islami, banyak orang langsung membayangkan kubah
Oleh: Niswatur Rokhmah, Lc, M.Ag Gagasan integrasi agama dan sains telah lama digaungkan untuk mengikis sekat dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Kendati demikian, hingga saat ini, proyek integrasi agama dan sains masih terus berproses dan berupaya menemukan model terbaiknya yang matang. Kelemahan paling mendasar dari belum idealnya model
Oleh: Agus Mulyono Menata Napas.. Menata Kesadaran Setiap Jumat pagi, dalam mengikuti kegiatan Green Jum’at FST… diawali dengan senam pernapasan. Bagi sebagian orang, mungkin ini sekadar olahraga ringan untuk mengisi pagi. Namun, bagi saya, kegiatan itu membuka kembali ingatan pada sebuah buku yang pernah saya baca tentang Cosmic Intellegence. Buku