MIU 登录

Dosen FST UIN Malang Kolaborasi melalui TBM Rumah Karakter, Hadirkan Edukasi Kreatif di Hari Anak Nasional

FST UIN Maliki Malang – (19/08/2026) Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum bagi mahasiswa KKN Kolaboratif UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan UIN Mataram untuk menghadirkan kegiatan edukatif dan kreatif bagi anak-anak di sekitar Perumahan Karangploso View. Berkolaborasi dengan TBM Rumah Karakter yang dikelola oleh Dr. M. Mukhlis Fahruddin, M.S.I., dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, mahasiswa KKN mengajak anak-anak bermain sekaligus belajar memanfaatkan barang bekas menjadi karya kreatif.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 26 Juli 2026 tersebut bertempat di TBM Rumah Karakter, Gang 11, RT 02/RW 18, Dusun Babaan, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana ruang literasi masyarakat dapat dikembangkan menjadi tempat belajar yang lebih luas, tidak hanya melalui aktivitas membaca, tetapi juga melalui kreativitas, permainan, dan pendidikan lingkungan.

Salah satu aktivitas utama dalam kegiatan tersebut adalah membuat kolase dari bungkus permen dan sampah plastik. Anak-anak diberikan kesempatan untuk memilih bahan bekas, menyusun, kemudian menempelkannya menjadi sebuah karya sesuai dengan ide dan kreativitas masing-masing.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan mobil-mobilan dari botol plastik bekas. Melalui aktivitas tersebut, anak-anak diperkenalkan pada konsep pemanfaatan kembali barang yang sudah tidak digunakan. Benda yang sebelumnya dianggap sebagai sampah dapat diolah menjadi media permainan yang menarik dan edukatif.

Suasana kegiatan berlangsung penuh antusiasme. Anak-anak aktif memilih bahan, menyusun kolase, hingga merakit botol bekas menjadi mobil-mobilan. Setelah karya selesai, mereka juga menunjukkan hasil kreativitas masing-masing kepada teman-temannya.

Bagi Dr. M. Mukhlis Fahruddin, keberadaan TBM Rumah Karakter menjadi bagian dari upaya menyediakan ruang yang mendukung proses belajar dan tumbuh kembang anak. Melalui kolaborasi dengan mahasiswa KKN, fungsi TBM dapat diperluas menjadi ruang interaksi yang mempertemukan literasi, kreativitas, pendidikan karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan.

TBM Rumah Karakter tidak hanya menyediakan berbagai koleksi buku bacaan dengan beragam tipe dan tingkat bacaan, tetapi juga menjadi ruang yang memungkinkan anak-anak memperoleh pengalaman belajar melalui aktivitas nonformal.

Perpaduan antara kegiatan kreatif dan keberadaan ruang baca memberikan pengalaman yang lebih beragam bagi anak-anak. Mereka tidak hanya diajak membaca dan belajar, tetapi juga diberi kesempatan untuk bereksplorasi, mencoba ide, bekerja dengan bahan sederhana, dan menghasilkan karya.

Dalam konteks tersebut, mahasiswa KKN Kolaboratif berperan sebagai fasilitator pembelajaran yang menghubungkan kegiatan bermain dengan pesan edukatif. Edukasi mengenai lingkungan disampaikan melalui pengalaman langsung sehingga lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.

Kegiatan Hari Anak Nasional ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan ruang belajar masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan UIN Mataram di TBM Rumah Karakter menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui kegiatan sederhana seperti membuat kolase dan mobil-mobilan, anak-anak diajak memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan kecil. Sebelum membuang barang, mereka dapat belajar melihat kembali apakah barang tersebut masih dapat digunakan atau diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Bagi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kolaborasi yang dilakukan melalui TBM Rumah Karakter juga mencerminkan implementasi keilmuan dalam kehidupan masyarakat. Pengetahuan dan kreativitas tidak hanya berkembang di ruang kelas, tetapi dapat diterapkan melalui kegiatan edukatif yang mendorong terbentuknya karakter peduli lingkungan sejak usia dini.

Melalui kolaborasi tersebut, peringatan Hari Anak Nasional tidak sekadar menjadi agenda perayaan, tetapi menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan literasi, kreativitas, pendidikan karakter, dan kepedulian lingkungan. Dari bungkus permen lahir kolase, dari botol bekas lahir mobil-mobilan, dan dari kegiatan sederhana tersebut tumbuh pengalaman belajar yang diharapkan terus membekas dalam diri anak-anak. (Humas-FST)

相关新闻

Artikel Terkait