FST UIN Maliki Malang – (31/08/2026) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menghadirkan ruang akademik untuk memperkuat wawasan dan silaturahmi sivitas akademika melalui FORSiASA (Forum Silaturahmi Akademisi Saintek). Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (28/8/2026) di Auditorium Utara FST tersebut mengangkat tema “Katalogisasi dan Preservasi Manuskrip Islam Nusantara: Antara Amanah, Ilmu dan Warisan Peradaban.”
Berlangsung pukul 13.00–14.30 WIB, kegiatan diawali dengan pembacaan Sholawat Maulid Diba’ oleh tim hadrah mahasiswa. Lantunan sholawat dan tabuhan rebana menciptakan suasana khidmat sekaligus hangat sebelum peserta memasuki sesi diskusi keilmuan.
FORSIASA menjadi forum yang tidak hanya mempererat hubungan antarcivitas akademika, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai khazanah manuskrip Islam Nusantara. Tema yang diangkat menempatkan manuskrip sebagai bagian penting dari warisan intelektual yang memiliki nilai historis, keilmuan, dan kebudayaan.
Materi dalam forum tersebut disampaikan oleh Achmad Nizam Rifqi, M.A. dan Evi Nurus Suroiyah, M.Pd., dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi FST UIN Malang. Diskusi dipandu oleh Ganis Chandra Puspitadewi, M.A. selaku moderator.
Dalam pembahasannya, peserta diajak memahami bahwa manuskrip Islam Nusantara tidak semata-mata merupakan peninggalan masa lalu, tetapi juga menyimpan sumber pengetahuan yang penting bagi pengembangan kajian akademik. Keberadaannya merekam perjalanan intelektual, keagamaan, dan kebudayaan masyarakat Nusantara yang perlu dipahami serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Katalogisasi menjadi salah satu langkah penting dalam upaya tersebut. Melalui proses katalogisasi, informasi mengenai manuskrip dapat didokumentasikan dan diidentifikasi secara sistematis sehingga keberadaan serta karakteristiknya lebih mudah diketahui dan ditelusuri.
Sementara itu, preservasi memiliki peran penting dalam memastikan kondisi fisik manuskrip tetap terjaga. Upaya pelestarian diperlukan agar manuskrip dapat terus diakses, dipelajari, dan dimanfaatkan sebagai sumber kajian oleh generasi mendatang.
Tema tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengelolaan manuskrip membutuhkan perpaduan antara amanah pelestarian, ketelitian ilmiah, dan kesadaran terhadap nilai warisan peradaban. Pendekatan akademik menjadi penting agar manuskrip tidak hanya tersimpan, tetapi juga dapat dikaji dan memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Penyelenggaraan FORSiASA menjadi bagian dari upaya FST UIN Malang dalam membangun budaya akademik yang terbuka terhadap berbagai isu keilmuan. Forum ini memberikan kesempatan bagi sivitas akademika untuk berdiskusi, berbagi perspektif, sekaligus membangun kepedulian terhadap kekayaan intelektual dan budaya Nusantara.
Melalui kegiatan tersebut, FST UIN Malang berharap kepedulian terhadap manuskrip Islam Nusantara dapat semakin berkembang, khususnya di kalangan akademisi dan mahasiswa. Pengetahuan mengenai katalogisasi dan preservasi diharapkan tidak berhenti pada ruang diskusi, tetapi dapat mendorong lahirnya kajian dan praktik pelestarian yang berkelanjutan.
Dengan demikian, FORSiASA tidak hanya menjadi forum silaturahmi akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat pengetahuan, memperkuat tradisi keilmuan, dan meneguhkan tanggung jawab perguruan tinggi dalam menjaga warisan peradaban Nusantara. (Humas-FST)










