FST UIN مالك مالكي مالانج – (22/08/2026) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat identitasnya sebagai fakultas yang mengembangkan sains dan teknologi berbasis nilai-nilai keislaman. Pesan tersebut disampaikan Dekan FST, Dr. Agus Mulyono, M.Kes., dalam sambutannya pada kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) FST 2026.
Di hadapan mahasiswa baru, Dekan menjelaskan perkembangan Fakultas Sains dan Teknologi yang terus menunjukkan kemajuan dalam berbagai bidang. Perkembangan tersebut juga terlihat dari jumlah mahasiswa yang terus bertambah. Saat ini, FST menjadi fakultas dengan jumlah mahasiswa terbanyak kedua di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Menurutnya, perkembangan tersebut merupakan modal sekaligus tanggung jawab bagi FST untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan zaman.
Dalam arahannya, Dr. Agus Mulyono menekankan pentingnya mahasiswa memiliki wawasan keilmuan yang luas dan tidak memisahkan antara ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keagamaan.
Ia menjelaskan bahwa menjadi seorang intelektual tidak cukup hanya menguasai ilmu agama tanpa memahami perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebaliknya, penguasaan ilmu umum juga perlu disertai pemahaman keagamaan yang kuat.
Pandangan tersebut, menurutnya, dapat ditemukan dalam sejarah para ulama terdahulu yang memiliki keluasan penguasaan ilmu. Tradisi keilmuan tersebut menjadi inspirasi bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mengembangkan paradigma integrasi sains dan Islam.
“Mahasiswa FST tidak hanya dipersiapkan menjadi orang yang menguasai bidang sains dan teknologi, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan pemahaman keagamaan,” pesan Dekan kepada mahasiswa baru.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan juga memperkenalkan tiga karakter utama yang menjadi bagian penting dari profil lulusan FST, yakni kedalaman spiritual, keluasan ilmu, dan kematangan akhlak.
Pertama, kedalaman spiritual. Mahasiswa diharapkan memiliki kesadaran bahwa penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan bersama dengan nilai-nilai ketuhanan. Ilmu tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga diarahkan untuk memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.
Kedua, keluasan ilmu. Mahasiswa didorong untuk tidak membatasi diri pada disiplin keilmuan yang dipelajari di program studi. Perkembangan zaman menuntut kemampuan untuk melihat persoalan secara multidisipliner dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Ketiga, kematangan akhlak. Penguasaan ilmu dan keterampilan harus diiringi karakter yang baik, integritas, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama. Kemampuan akademik yang tinggi diharapkan berjalan seimbang dengan kualitas moral dan sosial.
Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan mahasiswa selama menempuh pendidikan di FST. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter dan kepribadian sebagai bagian dari insan akademik.
Melalui PBAK 2026, FST UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ingin menanamkan sejak awal bahwa perjalanan menjadi mahasiswa bukan sekadar proses memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi generasi yang mampu mengintegrasikan sains, teknologi, spiritualitas, dan akhlak dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Dengan fondasi tersebut, FST berharap para mahasiswa baru dapat tumbuh menjadi lulusan yang memiliki kedalaman spiritual, keluasan ilmu, dan kematangan akhlak, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban. (Humas-FST)





