FST UIN Maliki Malang – (02/04/2026) Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menginisiasi kegiatan edukasi dan koordinasi sanitasi pesantren sebagai bagian dari penguatan peran green campus. Kegiatan bertajuk “UIN Malang Perkuat Peran Green Campus: Teknik Lingkungan Inisiasi Edukasi Sanitasi Pesantren Bersama DLH Kota Malang” ini bertempat di Ruang Rapat Besar Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang.
Kegiatan ini dihadiri oleh 21 peserta yang terdiri atas perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, perwakilan Kementerian Agama Kota Malang (Kasi Pondok Pesantren), dosen Program Studi Teknik Lingkungan, perwakilan dari Unit Penjamin Mutu (UPM) Fakultas Sains dan Teknologi, serta perwakilan dari berbagai pondok pesantren di wilayah Kota Malang.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kualitas kesehatan lingkungan di pesantren, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan air bersih dan sanitasi. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Program Studi Teknik Lingkungan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan difokuskan pada koordinasi teknis dan diskusi interaktif antara tim akademisi dengan para pemangku kepentingan. Diskusi ini membahas kondisi aktual terkait kualitas air dan sanitasi di masing-masing pondok pesantren, sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan dan kebutuhan yang dihadapi di lapangan.
Ketua koordinator kegiatan, Lusi Ulisfah, M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya peningkatan kualitas lingkungan pesantren. Melalui forum ini, diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah strategis yang aplikatif dan berkelanjutan dalam pengelolaan sanitasi yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknik Lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya dalam berkontribusi nyata terhadap pembangunan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Selain itu, sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren. (Niz)





