MIU Login

FST UIN Malang dan DLH Kota Malang Bersinergi Cetak Agen Perubahan Lingkungan melalui Program Magang 2026

FST UIN Maliki Malang – (07/07/2026) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah. Salah satunya diwujudkan melalui Program Magang Mahasiswa Tahun 2026 yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, melibatkan mahasiswa Program Studi Biologi dan Teknik Lingkungan sebagai agen perubahan dalam upaya mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Kegiatan penerimaan mahasiswa magang dilaksanakan di lingkungan DLH Kota Malang dan dihadiri oleh Kepala Bidang Peningkatan dan Penataan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kota Malang, Tri Santoso, Kepala UPT Pengelolaan Sampah Ir. Arif Darmawan, S.T., M.T., Wakil Dekan Bidang Kerja Sama Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Akyun, serta perwakilan dari 10 pondok pesantren yang akan menjadi lokasi pendampingan mahasiswa selama program berlangsung.

Program magang ini dirancang sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pesantren dalam mengembangkan edukasi sekaligus aksi nyata untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Melalui pendampingan di pondok pesantren, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan.

Dalam pemaparannya, Tri Santoso menjelaskan bahwa Kota Malang saat ini menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Permasalahan tersebut meliputi peningkatan volume sampah, penurunan kualitas air, hingga berkurangnya keanekaragaman hayati yang menjadi indikator penting kesehatan lingkungan.

Salah satu fenomena yang disoroti adalah semakin sulit ditemukannya burung manyar yang dahulu menjadi satwa yang mudah dijumpai di berbagai kawasan Kota Malang.

“Dulu burung manyar masih banyak dijumpai, sekarang sudah semakin sulit ditemukan. Ini menjadi salah satu indikator perubahan lingkungan yang sedang terjadi,” ungkapnya.

Selain itu, Tri Santoso juga menyoroti persoalan pencemaran lingkungan yang masih didominasi oleh limbah rumah tangga, seperti popok sekali pakai dan pembalut, yang berpotensi mencemari badan air serta mengganggu keseimbangan ekosistem.

Persoalan persampahan juga menjadi perhatian utama. Saat ini, Kota Malang menghasilkan sekitar 700 ton sampah setiap hari yang harus diangkut menggunakan sekitar 160 armada truk sampah. Dengan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang diperkirakan hanya mampu bertahan dalam beberapa tahun ke depan, diperlukan upaya nyata untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya melalui perubahan perilaku masyarakat.

Tidak hanya itu, meningkatnya kejadian banjir dan genangan di berbagai wilayah juga dikaitkan dengan tersumbatnya drainase, gorong-gorong, serta saluran air akibat penumpukan sampah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga berdampak langsung terhadap keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.

Melalui program magang ini, mahasiswa Program Studi Biologi dan Teknik Lingkungan akan melakukan pendampingan di sepuluh pondok pesantren dengan berbagai program edukasi dan pemberdayaan lingkungan. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi fasilitator dalam membangun budaya peduli lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, konservasi keanekaragaman hayati, hingga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Dalam sesi diskusi, para pengasuh pondok pesantren menyampaikan harapan agar mahasiswa dapat memahami karakteristik masing-masing pesantren sejak awal penugasan sehingga program kerja yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan dampak yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kerja Sama FST UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Akyun, menegaskan bahwa program magang ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.

Melalui sinergi antara Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, dan pondok pesantren, diharapkan lahir berbagai inovasi dalam pengelolaan lingkungan yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan. Program ini sekaligus menjadi wahana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan sains, teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat dalam menjawab tantangan lingkungan di masa depan.

“Mahasiswa tidak hanya belajar dari lingkungan, tetapi juga hadir untuk memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan. Kolaborasi ini menjadi investasi penting dalam mencetak generasi yang peduli, inovatif, dan mampu menghadirkan solusi bagi keberlanjutan lingkungan hidup,” menjadi semangat yang diusung dalam pelaksanaan program magang tahun ini. (Info FST)

Berita Terkait

Artikel Terkait