FST UIN Maliki Malang – (30/04/2026) Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMASKA) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maliki Malang menyelenggarakan kegiatan Khotmil Qur’an sebagai bentuk penguatan nilai-nilai spiritual di lingkungan akademik. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026 mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai, bertempat di kediaman dosen Program Studi Kimia, Lilik Miftahul Khoiroh, M.Si.
Kegiatan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Kimia yang tergabung dalam HIMASKA dari berbagai angkatan, mulai tahun 2022 hingga 2025. Para peserta berpartisipasi aktif dalam pembacaan ayat suci Al-Qur’an secara bersama-sama dari juz 1 hingga juz 30 hingga khatam.
Suasana kegiatan berlangsung khusyuk, penuh semangat, dan sarat nilai kebersamaan. Momentum ini menjadi ruang refleksi spiritual bagi mahasiswa di tengah aktivitas akademik yang padat, sekaligus memperkuat karakter religius sebagai bagian penting dari pembentukan insan akademik yang utuh.
Rangkaian acara tersusun secara sistematis, diawali dengan sambutan ketua panitia, dilanjutkan sambutan Ketua Divisi Keagamaan HIMASKA, serta sambutan tuan rumah. Setelah itu, kegiatan inti berupa pembacaan Al-Qur’an dilaksanakan secara bergiliran oleh seluruh peserta hingga selesai, kemudian ditutup dengan doa bersama.
Kegiatan ini sejalan dengan ciri khas Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maliki Malang yang mengintegrasikan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman. Bagi FST, sains dan teknologi tidak hanya diarahkan pada pencapaian intelektual semata, tetapi juga harus dibangun di atas fondasi moral, etika, dan spiritualitas yang kuat.
Mahasiswa Kimia sebagai calon ilmuwan dan profesional masa depan diharapkan tidak hanya unggul dalam penguasaan konsep-konsep ilmiah, laboratorium, dan inovasi teknologi, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual dalam menggunakan ilmu untuk kemaslahatan masyarakat.
Melalui kegiatan Khotmil Qur’an ini, HIMASKA menunjukkan komitmennya dalam menciptakan kultur akademik yang seimbang antara prestasi ilmiah dan pembinaan karakter. Kehadiran kegiatan keagamaan di lingkungan mahasiswa sains menjadi bukti bahwa perkembangan teknologi dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai Qur’ani.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus berlanjut sebagai tradisi positif organisasi mahasiswa, sehingga mampu melahirkan generasi saintis muslim yang cerdas, berintegritas, dan berakhlak mulia. (Info-FST)





