Oleh: Agus Mulyono
Renungan Jum’at – 2
Tugas untuk menjaga keseimbangan
Dalam kehidupan yang semakin hedonis, sepertinya kita semakin kurang memikirkan tentang keseimbangan. Seringkali hanya berpikir yang penting untung, yang penting dapat hidup, yang penting senang, yang penting dirinya selamat; sehingga baik sengaja maupun tidak sengaja telah membuat banyak kesalahan kesalahan, sehingga mengganggu keseimbangan.
Kesalahan dalam mengelola lingkungan, berarti akan mengganggu keseimbangan lingkungan.
Kesalahan dalam mengelola dan menata wilayah, akan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan alam… yang kemudian terjadi banjir dan kekeringan.
Kesalahan mengelola hutan, akan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan, sehingga terjadi kebakaran hutan.
Kesalahan mengelola makanan (tambah pewarna, tambah pengawet, ada boraks, ada formalin), yang menyebabkan ketidakseimbangan tubuh yang menkonsumsinya, sehingga menyebabkan penyakit seperti kanker dlsb.
Kesalahan dalam mengelola keuangan, akan menyebabkan ketidakseimbangan kehidupan berekonomi, sehingga menimbulkan kesenjangan yang luar biasa antara si kaya dan si miskin.
Kesalahan pengelolaan tanah pertanian (dengan memberi pupuk kimia dll), akan menyebabkan ketidakseimbangan pada tanah, yang kemudian menyebabkan kerusakan pada tanah.
Menurut Pak Kyai, bahwa alam ini diciptakan oleh Yang Maha Pencipta dengan sangat seimbang, Maka tugas dan kewajiban manusia untuk menjaga keseimbangan tersebut dan tidak merusaknya.
“Dan langit telah ditinggikanNya, dan Dia ciptakan keseimbangan. Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu. Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu”. (QS Ar-Rahman : 7-9)
Dengan keseimbangan, maka kehidupan akan berkelanjutan, dan keberkahan kehidupan juga akan terus berkelanjutan.
Tetapi jika ada yang merusaknya, Maka keberkahan kehidupan menjadi tidak berkelanjutan. Terjadinya longsor, banjir, kekeringan, kebakaran hutan, penyakit penyakit, kemiskinan dan lain sebagainya, merupakan hilangnya keberkahan kehidupan, akibat dari dirusaknya keseimbangan.
Seringkali dengan sengaja maupun tidak sengaja, manusia merusak kesimbangan itu. Berdagang makanan dengan formalin.. boraks atau zat lainnya, membangun gedung gedung ditempat yang tidak seharusnya, membuang sampah sembarangan, menebang hutan, mengambil terlalu banyak dari alam, menggunakan pupuk kimia pada lahan pertanian, melakukan korupsi dalam bentuk apapun, membudayakan sistem riba, menumpuk harta sehingga harta tidak bisa berputar sebagaimana mestinya, monopoli pasar, menimbun barang sehingga terjadi kelangkaan barang tersebut, mempermainkan harga, membuang limbah pabrik sembarangan, merekayasa laporan, rekayasa data dan lain sebagainya.
Menurut pak kyai, kita memang mencari penghidupan di kehidupan ini, tetapi disaat kita mencari penghidupan.. jangan sampai kita merusak keseimbangan yang ada, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.
Wallahu a’lam





