MIU Login

Mahasiswa Teknik Informatika Raih Juara 2 Brisa Impact International Paper Competition Malaysia

FST UIN Maliki Malang – (14/11/2025) Tim mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mencatat prestasi membanggakan pada ajang BRISA IMPACT Volume 1 – International Paper Competition. Kompetisi ilmiah internasional yang diselenggarakan di International Islamic University Malaysia (IIUM), Kuala Lumpur, itu mempertemukan 10 tim terbaik dari berbagai universitas pada babak final yang berlangsung 12 November 2025.

BRISA IMPACT tahun ini diikuti 117 peserta yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi di dalam dan luar negeri. Universitas besar seperti UGM, ITB, ITS, Universitas Brawijaya, hingga International Women University turut ambil bagian. Dari proses seleksi yang panjang—mulai dari pengiriman abstrak, penyusunan naskah lengkap, penetapan Top 30, hingga pemilihan Top 10 tim UIN Malang berhasil lolos dan diundang untuk mempresentasikan hasil penelitiannya di Malaysia.

Tim tersebut terdiri dari Zulfa Ulinnuha (ketua tim), Muhammad Faqih, dan Ridho Aulia Rahman, mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2022 yang kini duduk di semester 7. Mereka dibimbing oleh Dr. Cahyo Crysdian, M.Cs., dan dibantu oleh tenaga pendidik dari SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang, tempat proses uji coba penelitian dilakukan bersama para siswa ASD.

Dalam kompetisi tersebut, tim mempresentasikan paper berjudul “Markerless Augmented Reality-Based AAC Application for Interactive Speech Therapy in Children with Autism Spectrum Disorder.” Paper ini membahas pengembangan aplikasi AURA+, inovasi terapi bicara berbasis teknologi markerless augmented reality, Augmentative and Alternative Communication (AAC), pengenalan suara, serta umpan balik mimik wajah.

Aplikasi ini ditujukan bagi dua kategori anak autis—verbal dan nonverbal—sehingga seluruh fitur, mulai dari tampilan visual, animasi, hingga perintah suara, dirancang dengan mempertimbangkan kenyamanan sensorik dan kemampuan komunikasi masing-masing anak.

Proses penelitian tidak lepas dari tantangan. Di tengah kesibukan mengerjakan skripsi dan persiapan komprehensif, ketiga mahasiswa ini tetap membagi waktu untuk menyempurnakan paper kompetisi. Mereka mengikuti berbagai tahapan seleksi, berlatih presentasi berbahasa Inggris setiap hari, bahkan harus begadang menjelang final untuk memastikan materi yang dipaparkan matang dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pengalaman uji coba aplikasi dengan anak-anak ASD menjadi bagian paling berkesan bagi tim. Pada awal pertemuan, beberapa anak tampak ragu dan belum familiar dengan aplikasi. Namun seiring proses pendampingan, mereka mulai tertarik, mencoba mengikuti instruksi, dan menunjukkan respons yang lebih positif dari sesi ke sesi. Meski hasil terapi belum bisa terlihat signifikan dalam satu kali pertemuan—mengingat anak ASD membutuhkan pembiasaan bertahap—progres yang muncul memberikan gambaran bahwa aplikasi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

“Kami tidak menyangka bisa masuk tiga besar, apalagi meraih juara dua. Melihat kualitas riset peserta lain yang juga sangat kuat, capaian ini benar-benar di luar dugaan,” ujar salah satu anggota tim. “AURA+ adalah aplikasi yang kami bangun dari hati. Kami berharap aplikasi ini dapat terus dikembangkan hingga akhirnya bisa dirilis di Google Play Store, sehingga dapat digunakan oleh orang tua, guru, dan terapis di mana pun.”

Prestasi ini menegaskan kontribusi mahasiswa UIN Malang dalam pengembangan inovasi digital untuk isu-isu inklusi dan keberlanjutan. Selain membawa pulang penghargaan internasional, pengalaman lintas negara dan interaksi akademik di Malaysia menjadi catatan penting dalam perjalanan riset mereka.

Berita Terkait