FST UIN Maliki Malang – (17/09/2025Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) di ruang pertemuan kampus 3 Gd. Teknik (17-26/9). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Kerja Sama Teknik Lingkungan (BAKERMA TL), Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dan tim integrasi keislaman UIN Malang.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber; Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., I.P.U., dari UII dan Dr. Eng. Arie Dipareza Syafei, S.T., M.E.P.M., dari ITS. Keduanya membagikan wawasan mendalam tentang strategi penyusunan dan implementasi kurikulum berbasis OBE, tantangan pendidikan tinggi di bidang lingkungan, serta pentingnya inovasi pembelajaran dalam mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global.
Acara dibuka oleh Ketua Program Studi Teknik Lingkungan, Aulia Fikriarini Muchlis, menegaskan urgensi transformasi kurikulum di era disrupsi. “Melalui pendekatan OBE, fokus pembelajaran tidak lagi semata pada materi, namun pada capaian pembelajaran nyata yang mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dengan dunia kerja dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Sains dan Teknologi, Evika Sandi Savitri, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dalam sambutannya, Evika menekankan, salah satu kekuatan UIN Malang adalah integrasi nilai-nilai keislaman ke dalam kurikulum. “Kami berharap kurikulum ini mampu melahirkan lulusan yang profesional, memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan, dan menjunjung tinggi etika serta nilai spiritual Islam,” ungkapnya.
Selain menekankan prinsip-prinsip OBE, workshop ini juga menjadi wadah diskusi untuk memperkuat integrasi nilai keislaman dalam pembelajaran Teknik Lingkungan. Pendekatan ini diyakini dapat membentuk lulusan yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik dan teknis, namun juga memiliki kepekaan spiritual, etika keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial. Melalui sinergi antara akademisi, praktisi, dan lembaga mitra, hasil dari workshop ini diharapkan menjadi pijakan strategis dalam pengembangan kurikulum yang unggul, adaptif, berwawasan keislaman, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global. (aulia/indah)





