MIU Login

FORSIASA FST UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Mengulas Tuntas Ketersebaran Lemak Babi dan Metode Pengenalannya

FST UIN Maliki Malang – (17/10/2025) Forum Silaturahmi Akademisi Saintek (FORSIASA) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menyelenggarakan kegiatan ilmiah sebagai wujud komitmen dalam memperkuat ukhuwah antar sivitas akademika. Kegiatan kali ini mengangkat tema Ketersebaran Lemak Babi di Sekitar Kita dan Metode Mengenalinya. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Gedung Baharuddin Jusuf Habibie dan diikuti oleh seluruh civitas akademika FST UIN Malang.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Agus Mulyono, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dia menegaskan, FORSIASA memiliki peran penting dalam membangun budaya ilmiah yang berlandaskan nilai spiritual dan moral. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran ilmiah dan etika di kalangan akademisi. FORSIASA menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi dan mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dalam pengembangan sains,” tutur Agus.

Dua narasumber ahli dihadirkan dalam forum tersebut, Dr. Diana Candra Dewi, M.Si. dan Oky Bagas Prasetyo, M.Pd.I., yang menyampaikan materi dari sudut pandang ilmiah dan nilai-nilai keislaman. Diskusi ini mengulas secara mendalam tentang potensi ketersebaran lemak babi dalam berbagai produk pangan serta metode ilmiah untuk mengenalinya secara akurat. Ada 7 (tujuh) nama lain dari lemak Babi yang sering ada dibeberapa produk, diantaranya; Salo, Lard, Lardo, Lardon, Caul fat, Leaf fat, dan Back fat. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Sesi tanya jawab yang interaktif membuka ruang bagi pertukaran gagasan lintas disiplin dan memperkaya wawasan ilmiah para akademisi.

Melalui kegiatan ini, FORSIASA diharapkan dapat terus menjadi wadah kolaboratif yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan inovasi. Fakultas Sains dan Teknologi berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan akademik yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat karakter keislaman dalam setiap langkah pengembangan sains. (indah/sbr)

Berita Terkait