Malang — Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Forsiasa (23/1). Kegiatan ini berlangsung di Auditorium lantai 4 dan dihadiri oleh seluruh sivitas akademika FST UIN Malang. Forum yang bertujuan mempererat silaturahmi dan kebersamaan antar sivitas akademika FST UIN Malang. Kegiatan yang diketuai oleh program studi Biologi ini mengangat tema Kontroversi E-KTP untuk Spesies: Studi Kasus Penerapan DNA Barcoding dalam Identifikasi Spesies.
Materi tersebut disampaikan oleh Abdul Basith dan M. Muchlis Fahruddin, keduanya merupakan dosen Biologi. Mereka memaparkan gambaran umum mengenai konsep DNA barcoding yang sering dianalogikan sebagai “e-KTP” bagi spesies, serta menjelaskan berbagai pandangan dan isu yang berkembang terkait penerapannya. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan ringan agar mudah dipahami oleh seluruh peserta.
Tema tersebut bertujuan untuk berbagi perspektif dan memantik ketertarikan peserta terhadap isu-isu sains yang dekat dengan kehidupan, tanpa harus masuk pada pembahasan yang terlalu teknis. Kegiatan yang dipandu oleh Didik Wahyudi tersebut, suasana forum tetap hangat dan cair. Melalui Forsiasa, FST UIN Malang berharap hubungan kekeluargaan antar dosen dan mahasiswa semakin erat, serta forum silaturahmi ini dapat terus menjadi ruang berbagi dan memperkuat kebersamaan di lingkungan kerja. (indah)




