MIU Login

AI dan Masa Depan Perpustakaan: Akademisi Malaysia Kupas Transformasi Layanan Informasi di UIN Malang

FST UIN Maliki Malang – (20/06/2026) Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Kuliah Tamu Internasional bertema “Artificial Intelligence and the Future of Information Services” pada 8–9 Juni 2026 di Auditorium Utara Fakultas Sains dan Teknologi. Kegiatan ini menghadirkan dua akademisi terkemuka dari Faculty of Information Management, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, yaitu Prof. Madya Ts. Dr. Roziya Abu dan Assoc. Prof. Dr. Norizan Anwar sebagai narasumber utama.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi dalam memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan dampaknya terhadap transformasi layanan informasi serta profesi kepustakawanan di era digital.

Pada hari pertama, materi disampaikan oleh Prof. Madya Ts. Dr. Roziya Abu, akademisi dan peneliti dari Faculty of Information Management UiTM Malaysia. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa perkembangan AI telah membawa perubahan signifikan dalam cara informasi dikelola, ditemukan, diakses, dan didistribusikan kepada masyarakat. Menurutnya, teknologi AI tidak hanya menghadirkan tantangan baru bagi lembaga informasi, tetapi juga membuka peluang besar untuk menciptakan layanan yang lebih inovatif, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.

“Peran pustakawan dan profesional informasi tidak akan tergantikan oleh teknologi. Justru mereka perlu meningkatkan kompetensi digital agar mampu memanfaatkan AI sebagai alat untuk menghadirkan layanan informasi yang lebih berkualitas dan relevan,” ungkap Prof. Roziya di hadapan peserta.

Dalam sesi pemaparan, Prof. Roziya menjelaskan berbagai implementasi AI dalam dunia informasi, mulai dari sistem temu kembali informasi cerdas, pengelolaan koleksi digital, personalisasi layanan pengguna, hingga analisis perilaku dan kebutuhan informasi masyarakat. Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap sumber-sumber pengetahuan.

Namun demikian, beliau juga menegaskan bahwa perkembangan AI harus diimbangi dengan pemahaman yang kuat mengenai aspek etika, perlindungan privasi data, keamanan informasi, serta literasi digital. Menurutnya, keberhasilan penerapan AI dalam layanan informasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan manusia dalam mengelola dan menggunakannya secara bertanggung jawab.

Selain membahas perkembangan teknologi, Prof. Roziya juga menyoroti pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi transformasi digital yang berlangsung sangat cepat. Kerja sama antarperguruan tinggi, perpustakaan, dan lembaga informasi dinilai menjadi langkah strategis untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, serta praktik terbaik dalam pengembangan layanan informasi masa depan.

Kuliah tamu internasional ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi. Peserta aktif berdiskusi mengenai peluang dan tantangan penerapan AI di perpustakaan, perubahan kompetensi yang dibutuhkan pustakawan, hingga prospek profesi informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Ketua Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi global. Kehadiran akademisi internasional diharapkan dapat memberikan perspektif baru sekaligus memperkuat jejaring akademik antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan UiTM Malaysia.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai perkembangan kecerdasan buatan dalam layanan informasi, tetapi juga memahami pentingnya kesiapan kompetensi digital, kemampuan berpikir kritis, serta etika profesi dalam menghadapi transformasi dunia informasi. Dengan demikian, lulusan Perpustakaan dan Sains Informasi diharapkan mampu menjadi profesional yang adaptif, inovatif, dan siap berkontribusi dalam pengembangan layanan informasi berbasis teknologi di masa depan. (Info-FST)

Related News

Artikel Terkait