MIU Login

Renungan Jum’at

Oleh: Agus Mulyono

Ikhlas, Kebahagiaan… yg membahagiakan semua.

Tiba tiba pak kyai berdiri dan membaca puisi di depan para santrinya.

Tuhanku
Apakah Engkau akan mengabulkan do’a ku
Apakah Engkau akan mencukupi keperluanku
Apakah Engkau akan meluruskan jalanku
Apakah Engkau akan melangkahkan kakiku
Apakah Engkau akan mendandaniku
Apakah Engkau akan mengenyangkan perutku
Apakah Engkau akan meredam hausku
Apakah Engkau akan menjubahiku
Apakah Engkau akan mengalirkan pikiranku

Kenapa Aku masih bertanya……
Tuhan pasti..
mengabulkan do’aku
mencukupi keperluanku
meluruskan jalanku
melangkahkan kakiku
mendandaniku
mengenyangkan perutku
meredamkan hausku
menjubahiku
mengalirkan pikiranku
Aku yakin…. Aku yakin…. DIA yang akan mengurusku
Aku tak peduli, Bagaimana cara DIA mengurusku…
Aku akan menerima… aku akan mengerti, aku akan memahami, aku akan pasrah…
Karena aku yakin, Dia menyayangiku.
Mungkin ini sekedar ucapanku… apakah betul aku akan bisa pasrah
Mungkin ini sekedar bualanku… apakah betul aku bisa ikhlas
*

Kemudian Pak kyai bilang pada santrinya… bahwa tidak mudah untuk menjadi pasrah akan kehendakNYA. Tapi penting untuk selalu diupayakan…

Keikhlasan adalah penyerahan diri secara tulus, dalam balutan rasa syukur dan sabar. Keikhlasan inilah yang akan membawa ketentraman dan kebahagiaan. Totalitas kepasrahan/keikhlasan inilah yang akan membawa pada tingkatan yang lebih tinggi, dan membawa kedekatan pada yang Maha segalanya… Semakin kuat energi ikhlas, maka semakin kuat kedamaian dan kebahagiaannya.

“Ikhlas adalah satu rahasia dari rahasiaku. Aku memasukkannya ke dalam hati orang yang kucintai dari hamba-hambaku. (hadits Qudsy)…

Seorang santri bertanya pada Kyainya…, Gimana pak kyai untuk menjadi ikhlas….?, Pak Kyai menjawab…”penuhilah pikiranmu… perasaanmu… hatimu…. bahwa segala hal yang terjadi adalah Kuasa Allah..”

Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; dia melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). Sesungguhnya dia Maha mengetahui segala sesuatu. (Asy-Syuura: 12)

Katakanlah: “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?” (Al Mukminun 88)

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al-Maidah 120).

Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang. dan dialah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al An’am 13)

Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, Maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan. (Huud 123)

Katakanlah: “Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada- Nyalah kamu dikembalikan” (Az Zumar 44)

Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. dialah yang Maha mendengar lagi Maba Mengetahui. (Yunus 65)

Pak Kyai melanjutkan….dari ayat-ayat di atas tidak ada alasan untuk tidak menyerahkan semua urusan kepadaNya…; Maka ketika sudah memenuhi pikiran kita… perasaan kita…. dan hati kita…. bahwa segalanya hanya Allah… maka insyaallah kita bisa merangkai dan merajut keikhlasan dalam jiwa dan sanubari.

Seseorang yang keikhlasannya tinggi, kepasrahannya tinggi maka akan selalu mendapatkan bimbingan….., menurut Pak Kyai “Ruh Ilahiah” akan selalu hadir pada orang-orang yang kepasrahannya tinggi…. karena orang itu selalu menyandarkan pada kekuatan ilahi dari pada bersandar pada kekuatan materi/manusia.

Pak Kyai melanjutkan lagi…. ikhlas inilah yang kemudian mengantarkan kepada CintaNya, sehingga seperti disebutkan pada hadis qudsi “Ketika Aku mencintainya, Aku menjadi pendengaran (telinga)nya yang dengannya ia mendengar, Aku menjadi penglihatan (mata)nya yang dengannya ia melihat; Aku menjadi lisan (lidah)nya yang dengannya ia berbicara, dan aku menjadi qalb (hati)nya yang dengannya ia memahami. Apabila ia berdoa niscaya Aku kabulkan, jika ia meminta Aku beri dan jika ia memohon pertolongan niscaya Aku tolong”.

Jika sudah mendapatkan cintaNya… maka kebahagiaan yang akan selalu hadir dalam kehidupan ini. Kebahagiaan yang membahagiakan semua….

Pak kyai kemudian berpesan pada santrinya…. “berupayalah terus untuk bisa ikhlas… berlatihlah… terus berlatih… dan terus berlatih untuk memenuhi pikiranmu… perasaanmu… hatimu…. bahwa segala hal yang terjadi adalah Kuasa Allah..”.

Wallahu a’lam
🙏🙏🙏

Related News

Artikel Terkait