FST UIN مالك مالكي مالانج – (04/05/2026) Komitmen mahasiswa dalam menjawab persoalan lingkungan kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maliki Malang sukses menyelenggarakan kegiatan “Greener Movement 2026” di Dusun Gangsiran Putuk, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Kegiatan ini mengusung semangat transformasi limbah domestik menjadi sumber manfaat ekonomi sekaligus mendukung pertanian organik berkelanjutan.
Program ini menjadi bentuk sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, khususnya komunitas petani sayur Desa Tlekung. Melalui pendekatan pemberdayaan, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai mitra dalam mencari solusi atas permasalahan sampah yang selama ini dihadapi masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni, S.E., M.S.E., serta Kepala Desa Tlekung, Bapak Mardi, bersama praktisi lingkungan Cak Darmawan dan aktivis rekayasa sosial Cak Mustofa. Kehadiran para tokoh ini memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Fokus utama dalam kegiatan ini adalah pelatihan teknis pengolahan sampah organik menjadi pupuk yang bernilai guna. Peserta dibekali dua metode utama, yaitu pembuatan pupuk kompos padat dari limbah rumah tangga dan sisa panen, serta produksi pupuk organik cair (POC) sebagai alternatif nutrisi tanaman yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.
Dalam pemaparannya, Cak Darmawan menegaskan bahwa sampah sejatinya bukan akhir dari siklus konsumsi, melainkan potensi awal dalam siklus produksi apabila dikelola dengan pendekatan ilmiah. Sementara itu, Cak Mustofa menekankan pentingnya rekayasa sosial untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.
Salah satu perwakilan panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mengubah paradigma masyarakat dalam memandang sampah. “Kami ingin menggeser pola pikir dari sekadar membuang menjadi mengolah. Dengan mengubah sampah menjadi pupuk, tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan akhir, tetapi juga menekan biaya produksi pertanian,” ujarnya.
Inisiatif ini mendapat apresiasi dari pihak DLH Kota Batu yang menilai kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas. Ke depan, Dusun Gangsiran Putuk diharapkan dapat berkembang menjadi desa binaan Program Studi Teknik Lingkungan FST UIN Maliki Malang.
Melalui pendampingan berkelanjutan, Desa Tlekung diproyeksikan menjadi model percontohan dalam pengelolaan sampah dan kemandirian pupuk organik di wilayah Kota Batu. Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi konkret berbasis ilmu pengetahuan demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. (Info-FST)





