FST UIN مالك مالكي مالانج – (10/06/2026) Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) terus menghadirkan transformasi besar dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, industri, hingga pengambilan keputusan berbasis data. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Kuliah Tamu bertajuk “Analisis Data Cerdas dengan AI” pada Kamis (4/6/2026) di Auditorium Utara Lantai 4 Gedung B.J. Habibie FST UIN Malang.
Kegiatan akademik ini menghadirkan Ahmad Imamu Nuril Alam, S.Pd., MOS., MCE. sebagai narasumber yang membagikan wawasan mengenai perkembangan terkini teknologi AI serta pemanfaatannya dalam proses analisis data yang semakin kompleks di era digital.
Acara dihadiri oleh Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Dr. Imam Tazi, M.Si., Ketua Program Studi Fisika Farid Samsu Hananto, M.T., para dosen, serta mahasiswa Program Studi Fisika yang mengikuti kegiatan dengan antusias hingga akhir sesi.
Dalam sambutannya, pihak fakultas menegaskan bahwa kecerdasan buatan telah menjadi salah satu teknologi kunci yang memengaruhi berbagai sektor kehidupan. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai generasi akademik masa depan dituntut tidak hanya mampu menggunakan teknologi tersebut, tetapi juga memahami prinsip kerja, peluang, risiko, serta aspek etika yang menyertainya.
“AI telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan melakukan penelitian. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki literasi digital yang kuat agar mampu memanfaatkan teknologi ini secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab,” ungkap perwakilan fakultas dalam sambutannya.
Pada sesi utama, narasumber menjelaskan berbagai perkembangan teknologi AI yang saat ini berkembang pesat, mulai dari Machine Learning, Deep Learning, hingga Generative AI yang semakin banyak digunakan dalam berbagai aktivitas akademik dan profesional. Peserta diajak memahami bagaimana AI mampu membantu proses pengumpulan, pengolahan, visualisasi, hingga interpretasi data secara lebih cepat dan efisien.
Menurut Ahmad Imamu Nuril Alam, kemampuan AI dalam mengenali pola dan mengolah data dalam jumlah besar menjadikannya alat yang sangat potensial untuk mendukung penelitian ilmiah maupun pengambilan keputusan berbasis data.
“AI dapat membantu mempercepat proses analisis dan menemukan pola yang sulit dikenali secara manual. Namun, teknologi ini tetap membutuhkan manusia untuk melakukan interpretasi, validasi, dan pengambilan keputusan akhir,” jelasnya.
Selain membahas berbagai peluang yang ditawarkan AI, narasumber juga menekankan pentingnya sikap kritis dalam memanfaatkan teknologi tersebut. Ia mengingatkan bahwa AI bukanlah pengganti kemampuan berpikir manusia, melainkan alat bantu yang harus digunakan secara bijaksana.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai tantangan yang muncul seiring perkembangan AI, seperti akurasi informasi, potensi bias data, keamanan informasi, hingga persoalan etika dalam penggunaan teknologi digital. Oleh karena itu, verifikasi informasi dan tanggung jawab pengguna menjadi aspek yang tidak boleh diabaikan.
Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait implementasi AI dalam penelitian fisika, pemanfaatannya dalam dunia pendidikan, peluang karier di bidang kecerdasan buatan, hingga dampaknya terhadap perkembangan profesi di masa depan.
Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap teknologi AI yang kini menjadi salah satu kompetensi penting di era transformasi digital. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai integrasi ilmu fisika dengan perkembangan teknologi modern.
Melalui kuliah tamu ini, Program Studi Fisika FST UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap mahasiswa mampu memahami peran strategis AI dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian, sekaligus memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Fakultas Sains dan Teknologi dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul, inovatif, kritis, dan berdaya saing global di era kecerdasan buatan. (Info-FST)





