Oleh: Ashri Shabrina Afrah, M.T
Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, melainkan tentang menjalani berbagai tanggung jawab dengan penuh kesungguhan. Mahasiswa harus menjalani proses perkuliahan dengan membangun akhlak, kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Hal inilah yang membuat proses pendidikan itu sendiri menjadi bermakna.
Tanggung jawab utama mahasiswa adalah mengikuti proses perkuliahan dengan sungguh-sungguh. Dalam Islam, kita memahami bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat, sebagaimana tertulis dalam Q.S Al Mujadalah Ayat 11:
﴾ يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ١١ ﴿
Artinya: “Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan”.
Hal ini menunjukkan bahwa ilmu memiliki kedudukan penting dalam Agama Islam. Karena itu, mahasiswa hendaknya memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya, mengikuti perkuliahan secara aktif, mengerjakan tugas, serta berusaha memahami ilmu yang dipelajari secara mendalam.
Selain kesungguhan dalam belajar, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kejujuran. Perilaku seperti menyontek, melakukan plagiarisme, memalsukan data penelitian, atau meminta orang lain mengerjakan tugas merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai kejujuran. Prestasi akademik seharusnya diperoleh melalui proses yang benar. Karakter positif ini juga akan dibawanya saat mahasiswa memasuki dunia professional dan menjadi bagian dari masyarakat.
Dalam menjalani kehidupan di kampus, mahasiswa juga bertanggung jawab untuk menghormati dosen, tenaga kependidikan, dan sesama mahasiswa. Islam mengajarkan adab, termasuk menghormati guru serta menjaga sikap dan tutur kata terhadap semua orang. Keberhasilan proses pendidikan dilihat dari karakter yang terbentuk dalam diri mahasiswa. Tanpa kematangan dalam karakter dan adab, ilmu yang diperoleh tidak akan memberikan manfaat bagi mahasiswa sendiri maupun masyarakat luas.
Selain itu, ilmu yang didapat selama perkuliahan tidak hanya berguna untuk mencapai keberhasilan pribadi, tetapi juga merupakan amanah yang harus digunakan untuk sebanyak mungkin kebaikan. Mahasiswa hendaknya memiliki kesadaran bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah dapat digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa.
Dengan demikian, tanggung jawab mahasiswa dalam menjalani perkuliahan mencakup kesungguhan dalam menuntut ilmu, kejujuran, kedisiplinan, penghormatan terhadap orang lain, serta komitmen untuk mengamalkan ilmu bagi masyarakat luas. Perkuliahan seharusnya menjadi proses untuk membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang luhur dan integritas yang tinggi.










