{"id":13968,"date":"2026-07-10T18:14:30","date_gmt":"2026-07-10T11:14:30","guid":{"rendered":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/?p=13968"},"modified":"2026-07-10T18:15:02","modified_gmt":"2026-07-10T11:15:02","slug":"renungan-jumat-21","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/en\/renungan-jumat-21\/","title":{"rendered":"Renungan Jum&#8217;at"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"13968\" class=\"elementor elementor-13968\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-9041b5f e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"9041b5f\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-1b0964d elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"1b0964d\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p style=\"text-align: center;\">Oleh: Agus Mulyono<\/p><p>Menata Napas.. Menata Kesadaran<\/p><p>Setiap Jumat pagi, dalam mengikuti kegiatan Green Jum&#8217;at FST\u2026 diawali dengan senam pernapasan. Bagi sebagian orang, mungkin ini sekadar olahraga ringan untuk mengisi pagi. Namun, bagi saya, kegiatan itu membuka kembali ingatan pada sebuah buku yang pernah saya baca tentang Cosmic Intellegence.<\/p><p>Buku tersebut menjelaskan bahwa manusia bukan sekadar penghuni bumi, melainkan makhluk yang diberi amanah untuk mengelola alam. Alam bukan hanya tempat hidup, tetapi juga titipan yang harus dijaga keseimbangan dan kelestariannya agar tetap memberi maslahat bagi generasi berikutnya. Amanah sebesar itu tentu memerlukan kualitas kesadaran yang tinggi.<\/p><p>Penulis buku menjelaskan bahwa kesadaran kosmik ditandai oleh kemampuan mengakses wilayah berpikir yang tidak lagi sepenuhnya linear. Pada titik itu, kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual bekerja secara bersamaan. Orang yang mulai memasuki fase ini biasanya mengalami perubahan cara berpikir. Ia tidak lagi terpaku pada pola-pola lama, tetapi mulai mampu berpikir out of the box\u2014intuitif, kreatif, kontemplatif, lateral, holistik, sekaligus peka terhadap simbol dan makna-makna filosofis.<\/p><p>Cara berpikir seperti itu memudahkan seseorang memahami apa yang disebut sebagai hukum kosmik. Bahwa alam semesta ternyata memiliki mekanisme keteraturan yang bekerja secara alami untuk menjaga keseimbangannya. Dari sana seseorang belajar memahami paradoks, membaca keteraturan di balik kekacauan, menangkap harmoni universal, melihat keseimbangan yang dinamis, hingga mengenali nilai-nilai yang berlaku secara universal.<\/p><p>Pada akhirnya, pemahaman tersebut bermuara pada penguatan keyakinan kepada Sang Maha. Semakin seseorang memahami keteraturan alam, semakin ia menyadari bahwa semua itu tidak berdiri sendiri. Ada Dzat Yang Maha Mengatur. Penerimaan kepada Sang Pencipta kemudian tercermin dalam kejujuran, cinta yang tulus, sikap objektif, serta kesediaan menerima kebenaran apa adanya.<\/p><p>Tahap berikutnya adalah munculnya rasa keterikatan yang semakin kuat kepada Sang Maha Hidup. Seseorang menyadari sepenuhnya bahwa dirinya bergantung kepada-Nya. Sang Pencipta terasa begitu dekat, bahkan seolah tanpa jarak. Dari kesadaran itu lahirlah ketenangan. Rasa takut dan cemas berangsur berkurang, pikiran menjadi lebih jernih, dan orientasi hidup semakin terarah kepada-Nya.<\/p><p>Kesadaran semacam ini kemudian memunculkan karakter-karakter yang kuat: mandiri, orisinal, visioner, memiliki arah hidup yang jelas, berintegritas, konsisten, berjiwa pemimpin, berani menghadapi tantangan, tahan terhadap tekanan, serta mampu bersikap bijaksana dalam menghadapi kenyataan.<\/p><p>Pertanyaannya, bagaimana mencapai kualitas kesadaran seperti itu?<\/p><p>Menurut penulisnya, Rd. Aas Rukasa, jalan menuju kesadaran memerlukan latihan yang terus-menerus. Buku tersebut banyak bertumpu pada pengalaman hidup dan pengalaman spiritual beliau sendiri. Salah satu metode yang ditawarkan adalah latihan olah pernapasan dengan teknik-teknik tertentu, dipadukan dengan dzikir Laa ilaaha illallah, serta latihan mengaktifkan pusat-pusat energi atau chakra dalam tubuh.<\/p><p>Chakra yang diperkenalkan meliputi chakra dasar di tulang ekor, chakra pusar, solar plexus di ulu hati, chakra jantung, tenggorokan, ajna di antara kedua alis, hingga chakra mahkota di ubun-ubun. Melalui latihan yang dilakukan secara bertahap dan disiplin, seseorang diharapkan semakin mudah mencapai kualitas kesadaran yang lebih tinggi.<\/p><p>Saat pertama kali membaca uraian tersebut, saya justru teringat pada khazanah spiritual dalam Islam. Sebelum mengenal teknik-teknik pernapasan modern, tradisi tasawuf sebenarnya telah lama mengenal berbagai metode dzikir untuk membangun kesadaran ruhani. Salah satunya pengalaman saya sendiri di dalam Tarekat Naqsyabandiyah.<\/p><p>Jika dalam yoga dikenal istilah chakra, dalam tradisi tasawuf dikenal konsep lathifah atau latha&#8217;if, yaitu titik-titik halus tempat seseorang memusatkan dzikir kepada Allah. Dalam praktik Dzikir Latha&#8217;if, seorang salik memusatkan kesadaran secara bertahap pada beberapa titik, yaitu qalb (hati), ruh (jiwa), sirr (nurani terdalam), khafi (rahasia terdalam), akhfa (kedalaman paling tersembunyi), nafs nathiqah (akal budi), hingga kullu jasad, yaitu keadaan ketika seluruh tubuh seakan dipenuhi getaran dzikir kepada Allah.<\/p><p>Melihat kemiripan itu membuat saya berpikir bahwa berbagai tradisi spiritual sesungguhnya sama-sama mengajarkan pentingnya menghadirkan kesadaran penuh. Hanya istilah, pendekatan, dan kerangka penjelasannya yang berbeda.<\/p><p>Karena itulah, setiap Jumat pagi ketika mengikuti senam pernapasan dalam kegiatan Green Jum&#8217;at, saya tidak lagi memandangnya sekadar sebagai latihan fisik. Ada ruang untuk merenung, mengenali diri sendiri, mengatur napas, menenangkan pikiran, sekaligus mengingat bahwa kualitas hidup sering kali ditentukan oleh kualitas kesadaran yang kita bangun dari hari ke hari.<\/p><p>Mungkin saya belum sampai pada apa yang disebut kesadaran kosmik. Namun, jika setiap tarikan napas mampu membuat hati sedikit lebih tenang, pikiran sedikit lebih jernih, dan langkah sedikit lebih dekat kepada Allah, bukankah itu juga sebuah perjalanan yang layak diteruskan.<\/p><p>Wallahu a\u2019lam<br \/>\ud83d\ude4f\ud83d\ude4f\ud83d\ude4f<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Agus Mulyono Menata Napas.. Menata Kesadaran Setiap Jumat pagi, dalam mengikuti kegiatan Green Jum&#8217;at FST\u2026 diawali dengan senam pernapasan. Bagi sebagian orang, mungkin ini sekadar olahraga ringan untuk mengisi pagi. Namun, bagi saya, kegiatan itu membuka kembali ingatan pada sebuah buku yang pernah saya baca tentang Cosmic Intellegence. Buku tersebut menjelaskan bahwa manusia bukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[71],"tags":[],"class_list":["post-13968","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13968","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13968"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13968\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13972,"href":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13968\/revisions\/13972"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13968"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13968"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13968"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}