{"id":13348,"date":"2026-05-13T09:48:35","date_gmt":"2026-05-13T02:48:35","guid":{"rendered":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/?p=13348"},"modified":"2026-05-13T15:50:34","modified_gmt":"2026-05-13T08:50:34","slug":"dosen-teknik-mesin-fst-uin-maliki-malang-edukasi-siswa-ma-nurul-ulum-olah-minyak-jelantah-jadi-bernilai-guna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/ar\/dosen-teknik-mesin-fst-uin-maliki-malang-edukasi-siswa-ma-nurul-ulum-olah-minyak-jelantah-jadi-bernilai-guna\/","title":{"rendered":"Dosen Teknik Mesin FST UIN Maliki Malang Edukasi Siswa MA Nurul Ulum Olah Minyak Jelantah Jadi Bernilai Guna"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"13348\" class=\"elementor elementor-13348\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-b1de3b7 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"b1de3b7\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-fd88b60 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"fd88b60\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><strong>FST UIN \u0645\u0627\u0644\u0643 \u0645\u0627\u0644\u0643\u064a \u0645\u0627\u0644\u0627\u0646\u062c<\/strong>\u00a0\u2013\u00a0(13\/05\/2026) Sebagai bentuk nyata implementasi pengabdian kepada masyarakat, tim dosen Program Studi Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar pelatihan praktis penjernihan minyak goreng bekas (jelantah) bagi siswa-siswi MA Nurul Ulum, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada 4 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi lingkungan sekaligus penguatan keterampilan berbasis sains terapan bagi generasi muda.<\/p><p>Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan mengusung konsep pembelajaran kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Para siswa diajak memahami bagaimana limbah rumah tangga seperti minyak jelantah dapat diolah kembali menjadi bahan yang lebih aman dan bernilai guna melalui metode sederhana berbasis teknologi tepat guna.<\/p><p>Dalam praktik yang dilakukan secara langsung di hadapan peserta, tim dosen Teknik Mesin mendemonstrasikan proses penjernihan minyak jelantah menggunakan bahan-bahan sederhana seperti arang aktif dan ampas kopi. Arang aktif digunakan untuk menyerap warna gelap dan zat kimia berbahaya yang terkandung dalam minyak bekas, sedangkan ampas kopi dimanfaatkan untuk mengurangi bau tengik yang biasanya muncul pada minyak jelantah.<\/p><p>\u201cKami ingin menunjukkan bahwa sains itu sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Limbah minyak jelantah yang sering dianggap tidak berguna sebenarnya masih dapat dimanfaatkan kembali melalui proses sederhana yang ramah lingkungan. Selain mengurangi pencemaran, hasil pengolahan ini juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan non-pangan, seperti bahan baku sabun atau lilin,\u201d ujar salah satu perwakilan tim dosen Teknik Mesin FST UIN Maliki Malang.<\/p><p>Kegiatan ini sekaligus mencerminkan ciri khas Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maliki Malang yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kepedulian sosial dalam proses pendidikan dan pengabdian masyarakat. Melalui pendekatan sains aplikatif, mahasiswa dan dosen didorong untuk menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan di masyarakat.<\/p><p>Kepala MA Nurul Ulum Sukun menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan wawasan baru kepada para siswa mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara bijak dan inovatif.<\/p><p>\u201cIlmu yang diberikan oleh bapak dan ibu dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sangat bermanfaat bagi siswa kami. Mereka jadi memahami bahwa limbah dapur ternyata bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan manfaat,\u201d ungkapnya.<\/p><p>Selain praktik penjernihan, siswa juga diberikan edukasi mengenai bahaya penggunaan minyak jelantah secara berulang terhadap kesehatan. Tim dosen menjelaskan bahwa penggunaan minyak goreng berkali-kali dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit degeneratif, termasuk gangguan jantung dan kanker. Oleh sebab itu, minyak hasil penjernihan diarahkan untuk pemanfaatan non-konsumsi atau sebagai bahan dasar pengolahan biodiesel.<\/p><p>Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan serta berdiskusi mengenai kemungkinan pengembangan pengolahan limbah rumah tangga lainnya yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun rumah.<\/p><p>Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan program, kegiatan ditutup dengan penyerahan <em>Starter Kit Penjernihan Minyak<\/em> kepada pihak sekolah. Melalui program ini, tim dosen Teknik Mesin FST UIN Maliki Malang berharap sekolah-sekolah di wilayah Malang dapat menjadi pelopor gerakan <em>Zero Waste<\/em> dan pengelolaan limbah berbasis edukasi lingkungan sejak dini.<\/p><p>Melalui kegiatan pengabdian seperti ini, FST UIN Maliki Malang terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi sains dan teknologi yang tidak hanya berdampak akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. <strong>(Info-FST)<\/strong><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FST UIN Maliki Malang\u00a0\u2013\u00a0(13\/05\/2026) Sebagai bentuk nyata implementasi pengabdian kepada masyarakat, tim dosen Program Studi Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar pelatihan praktis penjernihan minyak goreng bekas (jelantah) bagi siswa-siswi MA Nurul Ulum, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada 4 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":13349,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,69],"tags":[],"class_list":["post-13348","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akademik","category-info-prodi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13348","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13348"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13348\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13353,"href":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13348\/revisions\/13353"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13349"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13348"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13348"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/saintek.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13348"}],"curies":[{"name":"\u062f\u0628\u0644\u064a\u0648 \u0628\u064a","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}