تسجيل الدخول إلى MIU

Ketika Sains Bertemu Al-Qur’an di Rak Perpustakaan

Oleh: Evi Nurus Suroiyah

 

Saya pernah mengira perpustakaan itu hanya tempat buku-buku diam.

Ternyata tidak.

Di rak sebelah kiri ada buku Biologi yang menjelaskan tentang embrio. Di rak sebelah kanan ada Al-Qur’an dengan terjemah Bahasa Arabnya yang lembut: “…Kami ciptakan manusia dari segumpal darah.” (QS. Al-‘Alaq: 2)

Di saat itulah saya diam. Lama.

Ternyata yang saya temukan di buku sains modern tahun 2026, sudah Allah bisikkan sejak ber-abad-abad lalu di Gua Hira.

Sains bilang, “Alam semesta terus meluas.”

Al-Qur’an berbisik dalam Bahasa Arab yang indah,

وَالسَّمَاۤءَ بَنَيْنٰهَا بِاَيْىدٍ وَّاِنَّا لَمُوْسِعُوْنَ ۝٤٧

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (QS. Adz-Dzariyat [51]: 47

Kata لَمُوْسِعُوْنَ  itu… kalau tidak paham kita hanya baca lewat. Tapi kalau kita resapi, itu adalah kata kerja yang maknanya sedang dan terus berlangsung. Bukan dulu meluas, tapi sampai sekarang pun terus meluas. Persis seperti yang di foto NASA.

Di sinilah saya paham, kenapa Islam tidak pernah alergi dengan perpustakaan.

Dulu, di Baghdad, di Cordoba, para ulama kita tidak memisahkan.

Di satu tangan mereka memegang mushaf, di tangan lain mereka memegang astrolab. Mereka paham Bahasa Arab untuk memahami wahyu, dan mereka paham sains untuk memahami tanda-tanda kekuasaan wahyu itu.

Perpustakaan adalah tempat damainya dua samudera itu. Sains tanpa Al-Qur’an akan buta, Al-Qur’an tanpa ilmu akan sulit membumi.

Lalu untuk apa kita belajar?

Bukan untuk jadi paling pintar. Tapi untuk jadi paling tunduk. Setiap kali buka buku sains, kita seharusnya bilang Subhanallah.

Setiap kali buka Al-Qur’an, kita seharusnya bilang “ini petunjuk hidupku”.

Jadi kalau nanti kamu lihat foto saya sedang duduk di perpustakaan, jangan kira saya sedang pintar-pintaran.

Saya hanya sedang mencari cara pulang.

Pulang kepada Allah, lewat jalan yang paling Dia cintai: jalan ilmu.

Perpustakaan itu bukan akhir perjalanan, ia adalah mihrab. Tempat kita sujud dengan cara membaca.

أخبار ذات صلة

Artikel Terkait