FST UIN مالك مالكي مالانج - (17/04/2026) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Forum Silaturahmi Akademik Saintek (Forsiasa) sukses menyelenggarakan diskusi diseminasi bertajuk “Pemanfaatan Internet of Things (IoT) untuk Perkembangan Masyarakat Muslim dalam Berbagai Aspek Kehidupan”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Sains dan Teknologi 17 April 2024 dan ini dihadiri oleh sivitas akademika, mulai dari pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan dilingkungan FST.
Diskusi ini menghadirkan dua narasumber dari perspektif yang berbeda namun saling melengkapi, yakni Prof. Hartono dan Dr. M. Imanuddin. Keduanya mengupas integrasi antara perkembangan teknologi dan nilai-nilai keislaman dalam menjawab tantangan era digital.
Dalam pemaparannya, Prof. Hartono menekankan bahwa Internet of Things (IoT) bukan sekadar tren, melainkan instrumen penting dalam meningkatkan efisiensi kehidupan masyarakat modern. Ia mencontohkan pemanfaatan teknologi sensor dalam pertanian presisi untuk mendukung kemandirian ekonomi umat, hingga pengelolaan masjid berbasis digital.
“IoT memungkinkan berbagai perangkat saling terhubung dan berkomunikasi secara cerdas. Jika dimanfaatkan secara optimal, teknologi ini dapat menjadi tulang punggung digitalisasi layanan kesehatan dan ekonomi di lingkungan pesantren maupun komunitas Muslim,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. M. Imanuddin memberikan perspektif dari kajian tafsir dan Islamic Studies. Ia menegaskan bahwa konsep keterhubungan dalam IoT selaras dengan nilai hablum minannas serta peran manusia sebagai khalifah fil ardh dalam memakmurkan bumi. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya etika dalam pengelolaan data.
“Teknologi dalam Islam merupakan wasilah atau perantara. Oleh karena itu, pemanfaatannya harus tetap berpijak pada nilai maslahat serta perlindungan privasi sebagaimana prinsip Maqashid Sharia,” ungkapnya.
Diskusi yang berlangsung interaktif ini juga membahas berbagai implementasi konkret, seperti konsep smart mosque untuk efisiensi energi dan pengelolaan zakat, halal traceability berbasis sensor IoT dalam rantai pasok produk halal, serta pentingnya etika digital dalam menjaga integritas informasi di era konektivitas tanpa batas.
Ketua Forsiasa menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong lahirnya riset-riset inovatif yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kedalaman nilai spiritual. Sinergi antara sains dan Islam diharapkan mampu menjadi ciri khas pengembangan keilmuan di Fakultas Saintek.
Selain diskusi ilmiah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan tasyakuran pelepasan calon jamaah haji dari lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi, yaitu Prof. Hartono, Dr. Tarranita Kusuma Dewi, Naqibatin, Mukhassomah, serta Yudhis Citra Hendrianto.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama sivitas akademika untuk terus mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan teknologi seperti IoT dan kecerdasan buatan dengan nilai-nilai keislaman. Melalui langkah ini, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang optimis dapat berkontribusi dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berlandaskan nilai spiritual. (Info-Saintek)





