تسجيل الدخول إلى MIU

Belajar dari Kelakuan Elektron

Oleh: Drs. Abdul Basid, M.Si

Jika tubuh kita beratnya sekirar 70 kg maka akan tersusunoleh sekitar 7 x 1027 atom. Salah satu mahluk dalam tubuh atom adalah electron. Ada pelajaran berharga yang dapat kita teladanidari kelaluan elektron ini.  Salah satunya adalah bagaimanaelectron dalam mengisi orbital dalam kulit atom tidak “sesukahati”. Elektron mengisi orbital dari energi terendah dulu baruketingkat yang lebih tinggi. Dalam satu orbital, tidak boleh adadua elektron dengan “spin” yang sama dan harus berlawananarah. Jika dalam satu tingkat orbital ada yang kosong, elektronakan menyebar dulu satu-satu, baru berpasangan. Dari tigakelakuan tersebut tersirat makna “kejujuran”. Kalau kitaumpamakan elektron itu makhluk hidup, maka electron sebagaimakhluk yang mengamalkan kejururan. Elektron tidakmelompat-lompat dan mencari jalan pintas. Elektron menapakitangga dari bawah. Elektron tidak memaksakan dua kebenaranyang bertentangan dalam satu tempat. Dia memberi ruang yang adil sebelum memutuskan untuk terikat. Makhluk yang tidakjujur itu seperti elektron yang melanggar aturan diatas. Elektron tidak langsung ke sub kulit “3d” sebelum “4s” terisi. Atom yang stabil bukan karena punya banyak elektron, tetapi karenakonfigurasi pengisiannya benar. Sebagai contoh, Atom Natrium sangat reaktif dan resah karena satu elektron sendirian di kulitluarnya. Dia akan sukarela melepaskan electron tersebut untukmencapai kestabilan seperti gas mulia. Makhluk yang tidak jujurseperti menyimpan satu kebohongan kecil di kulit terluarnya, dari luar kelihatan utuh, tapi di dalam dia reaktif, mudahbereaksi berlebihan karena takut kebohongannya terbongkar.Natrium tidak seperti Neon dengan kulit yang penuh simetris, tidak butuh validasi dari atom lain. Neon lebih damai dan tidakreaktif, maka disebut sebagai gas mulia. Untuk menjadi muliatidak perlu menempel ke makhluk lain.

Elektron tidak akan berdesakan dalam satu kamar. Dia akanmenempati kamar masing-masing dengan “spin” yang sama. Dia tidak memaksakan untuk “berpikir sama” dalam satu kamar.Kelakuan elektron ini mengajarkan pada semesta untukmenghargai kejujuran. Dalam, atom pengisian elektronnyamengikuti aturan dari bawah, memberi ruang yang adil mulaidari keadaan dengan energi paling rendah. Atom dengankonfigurasi electron yang tidak “jujur”, misalnya dalam keadaan“tereksitasi” akan bertahan sebentar. Ketidakjujuran ataukebohongan akan terlihat hebat “secara instan”. Palajaran lain dalam pengisian elektron adalah jujur itu tidak memanipulasitempat. Dalam satu orbital hanya boleh 2 elektron dan harusberlawanan arah. Tersirat bahwa satu tempat untuk satukebenaran, tidak bisa diisi dua versi cerita yang sama-samabenar. Kalau dipaksakan, menjadi tidak stabil. Makhluk yang tidak jujur sering menaruh dua cerita berbeda di satu tempatyang sama. Di depan A bilang begini, di depan B bilang begitu. Jujur juga memberi kesempatan untuk adil. Jika ada 3 orbital kosong yang setara, elektron akan isi satu-satu dulu, baruberpasangan dengan tidak pilih kasih. Dia kasih ruang yang sama untuk semua sebelum mengambil keputusan. Atom yang pengisiannya elektronyya “tidak jujur” akan menjadi ion yang reaktif, gelisah, dan selalu butuh korban untuk mencuri ataumembuang elektron. Susunan yang jujur adalah susunan yang paling hemat energi. Kebohongan itu butuh energi cukup besaruntuk mempertahankannya, sama halnya seperti atom tereksitasi. Seluruh tubuh manusia tersusun oleh atom-atom dengan elektron-elektron yang jujur.

Pelajaran tentang kejujuran yang dapat kita renungkan dariperilaku elektron sejalan dengan firman Allah Swt. dalam QS. At-Taubah ayat 119:

﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ ١١٩ ﴾

119.  Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalahkepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar!

Al-Qur’an juga mengingatkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 42:

﴿ وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ٤٢ ﴾

42.  Janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengankebatilan dan (jangan pula) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahui(-nya).

(Yang dimaksud dengan kebatilan adalah kesalahan, kejahatan, kemungkaran, dan sebagainya). Kedua ayat ini menegaskanbahwa kejujuran bukan sekadar nilai moral yang diucapkan, melainkan prinsip yang harus diwujudkan dalam setiap tindakandan keputusan. Jika elektron mengikuti hukum fisika yang mengatur perilakunya, manusia sebagai makhluk yang dianugerahi akal dan hati semestinya lebih mampu menjagaintegritas dirinya. Ironisnya, ketika elektron tidak menyimpangdari aturan alam yang mengikatnya, manusia justru memilikipilihan untuk menaati atau mengingkari nilai kebenaran. Barangkali, di sinilah pertanyaan terbesarnya: jika keteraturandapat kita temukan dalam dunia yang begitu kecil, mengapakejujuran terkadang begitu sulit kita temukan dalam dirimanusia? Jawabannya ada pada benak kita masing-masing. Semoga ada pelajaran berharga dari kelakuan electron ini.Aamiin.

أخبار ذات صلة

Artikel Terkait