Bookmaker betfair Bonus review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker bet365 Bonus review by ArtBetting.co.uk

Germany bookmaker bet365.de review by ArtBetting.de

Bookmaker bet365 Bonus review by ArtBetting.gr

Struktur Keilmuan

UIN Malang menjadikan “Ulul Albab” sebagai jargon yang hendak dimanifestasikan dalam bentuk program pendidikan, sehingga seluruh fakultas, jurusan dan program studi yang dikembangkan berada di bawah payung “Ulul Albab”.
Dari hasil kajian terhadap istilah “Ulul Albab” sebagaimana terkandung dalam 16 ayat Al Qur’an, ditemukan adanya 16 (enam belas) ciri khusus, untuk selanjutnya diperas ke dalam 5 (lima) ciri utama:

  1. Selalu sadar akan kehadiran Tuhan pada dirinya dalam segala situasi dan kondisi, sambil berusaha mengenali Allah dengan kalbu (zikir) serta mengenali alam semesta dengan akal (pikir), sehingga sampai kepada bukti yang sangat nyata akan keagungan Allah Swt dengan segala ciptaanNya.
  2. Tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah, serta mampu memisahkan yang jelek dari yang baik, kemudian dipilih yang baik walaupun harus sendirian dalam mempertahankan kebaikan itu dan walaupun kejelekan itu dipertahankan oleh sekian banyak orang.
  3. Mementingkan kualitas hidup baik dalam keyakinan, ucapan maupun perbuatan, sabar dan tahan uji walaupun ditimpa musibah dan diganggu oleh syetan (jin dan manusia), serta tidak mau membuat onar, keresahan, kerusuhan, dan berbuat makar di masyarakat.
  4. Bersungguh-sungguh dalam mencari dan menggali ilmu pengetahuan, dan kritis dalam menerima pendapat, teori atau gagasan dari manapun datangnya, serta pandai menimbang-nimbang untuk ditemukan yang terbaik.
  5. Bersedia menyampaikan ilmunya kepada orang lain untuk memperbaiki masyarakatnya, dan tidak suka duduk berpangku tangan di laboratorium belaka, serta hanya terbenam dalam buku-buku di perpustakaan, tetapi justeru tampil di hadapan masyarakat, terpanggil hatinya untuk memecahkan problem yang ada di tengah-tengah masyarakat.

       Bertolak dari kelima ciri utama tersebut, maka ciri-ciri yang pertama dan kedua menggarisbawahi sosok Ulul Albab yang memiliki kekokohan akidah dan kedalaman spiritual, ciri yang ketiga menggarisbawahi sosok Ulul Albab yang memiliki komitmen terhadap akhlak yang mulia, ciri yang keempat menggarisbawahi sosok Ulul Albab yang memiliki keluasan ilmu, dan ciri yang kelima menggarisbawahi sosok Ulul Albab yang memiliki kematangan profesional. Karena itu, UIN Malang mengemban tugas untuk menyiapkan calon-calon lulusan yang memiliki kekokohan akidah dan kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional.
Menurut UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat (2), bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik. Di dalam pasal 38 ayat 3 dikemukakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standard nasional pendidikan untuk setiap program studi.
Bertolak dari UU tersebut, maka menjadikan konsep Ulul Albab dan kandungan maknanya sebagai asumsi dasar dalam mengembangkan pendidikan di UIN Malang merupakan perwujudan dan prinsip diversifikasi, sehingga dapat dibenarkan adanya, sepanjang tetap memperhatikan standard nasional pendidikan.


Untuk merealisasikan aspek-aspek pengembangan Jurusan/Program Studi yang dimiliki oleh Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang saat ini, diperlukan struktur keilmuan yang jelas. Struktur keilmuan yang dikembangkan di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang adalah sebagaimana struktur keilmuan UIN Malang yang dibangun berdasarkan prinsip universalitas ajaran Islam yang digambarkan sebagai sebuah pohon yang kokoh dan rindang. Pohon yang memiliki akar yang teguh menghunjam ke bumi. Akar yang kokoh akan membentuk batang, dahan, cabang dan ranting yang kokoh pula, serta daun yang subur sehingga menghasilkan buah yang segar dan melimpah. Pohon yang kokoh dan rindang itu dijadikan metafora untuk menggambarkan struktur keilmuan yang dikembangkan oleh UIN Malang.
Makna dari Metafora struktur keilmuan yang dikembangkan UIN Malang berupa pohon yang kokoh dan rindang itu dapat dijelaskan sebagai berikut. Akar berfungsi untuk menyangga tegak dan kokohnya batang, disamping untuk meraup saripati makanan dari tanah. Oleh karena itu, akar dijadikan perumpamaan (tamsil) sebagai pondasi keilmuan. Komponen pondasi keilmuan yang dimaksudkan dalam tamsil tersebut adalah (1) Bahasa Arab dan Inggris, (2) Filsafat, (3) Ilmu Ke-alam-an (Alamiah), (4) Ilmu Sosial dan (5) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Akar ini akan mampu menyerap saripati makanan yang ada di bumi, sehingga pohonnya akan menjadi tumbuh subur. Bumi atau lingkungan tempat pohon tumbuh perumpamaannya sebagai kebiasaan, tradisi, maupun budaya yang bersumber pada nilai-nilai Islam dan khazanah budaya luhur bangsa Indonesia.
Batang merupakan pilar utama sebuah pohon. Batang dengan demikian diibaratkan sebagai komponen utama dalam struktur keilmuan yang dibangun di UIN Malang, yaitu keilmuan Islam. Karena akar (pondasi keilmuan) berfungsi menyangga tegak dan kokohnya batang (pilar utama keilmuan), maka kemampuan dan penguasaan yang matang terhadap pondasi keilmuan akan memudahkan para mahasiswa untuk memahami keilmuan Islam. Pilar utama keilmuan Islam yang digambarkan dengan batang sebuah pohon itu meliputi (1) al-Qur’an, (2) al-Sunnah, (3) Sirah Nabawiyah, (4) Pemikiran Islam, dan (5) Pemahaman terhadap Masyarakat Islam.
Sedangkan makna dahan dan ranting dalam struktur keilmuan yang dibangun di UIN Malang menggambarkan bidang ilmu yang ingin dikembangkan. Untuk saat ini, bidang ilmu yang dikembangkan tercakup dalam fakultas-fakultas dengan berbagai jurusannya, yang salah satunya adalah Fakultas Sains dan Teknologi.
Pohon yang memiliki akar, batang dan dahan serta ranting yang kokoh akan menghasilkan buah yang segar dan melimpah. Dalam tamsil struktur keilmuan yang dikembangkan oleh UIN Malang, makna buah yang segar dan melimpah adalah iman dan amal shalih.
Untuk merealisasikan pemikiran tentang struktur keilmuan yang digambarkan dengan sebuah pohon yang kekar dan kokoh itu, UIN Malang mengambil kebijakan bahwa semua mahasiswa (tanpa melihat jurusan atau program studinya) lebih dahulu harus menguasai fondasi (akar) keilmuan, sebelum mengkaji ajaran Islam (yang digambarkan sebagai sebuah batang), dan kemudian mengkaji keilmuan sesuai dengan pilihan disiplin ilmu yang dikembangkan (yang digambarkan sebagai sebuah dahan dan ranting), salah satunya adalah Sains dan Teknologi.
Mengikuti Pemikiran Imam al-Ghazali tentang klasifikasi ilmu, maka struktur keilmuan yang dikembangkan digambarkan sebagai sebuah akar dan batang yang keberadaannya dikategorikan sebagai wajib ‘ayn yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa. Sedangkan penguasaan bidang studi digambarkan sebagai dahan dan rantingnya yang keberadaannya dikategorikan sebagai wajib kifayah, yakni kewajiban setiap mahasiswa untuk menguasai dan mengembangkan program studi sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya.
Fakultas Sains dan teknologi UIN Malang sampai saat ini memiliki 6 jurusan yaitu: Jurusan Matematika, Jurusan Biologi, Jurusan Fisika, Jurusan Kimia, Jurusan Teknik Informatika, dan Jurusan Arsitektur. Disamping itu tidak menutup kemungkinan di kemudian hari berkembang dengan penambahan beberapa jurusan yang lain seperti Farmasi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Pendidikan Kedokteran Gigi, Pendidikan Vocasional dan sebagainya, yang dapat menyatu di dalam wadah satu fakultas atau kemungkinan berpisah dalam suatu wadah fakultas lain tersendiri.