Profil Fakultas

Pimpinan Fakultas

Sejarah berdirinya Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang diawali dengan terbitnya Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Islam Departemen Agama No.: KEP/E/57/80 pada tanggal 3 Juli 1980 tentang pembukaan Jurusan Tadris Matematika dan Bahasa Inggris di Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel di Malang. Tujuan pembukaan jurusan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan guru di Madrasah Tsanawiyah (M.Ts) dan Madrasah Aliyah (MA) pada bidang studi umum khususnya bidang studi Matematika dan Bahasa Inggris. Jurusan Tadris ini diharapkan menghasilkan Sarjana Agama dalam bidang Tarbiyah Islamiyah yang berkewenangan mengajar pada Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah dalam bidang studi Matematika dan Bahasa Inggris. Namun demikian, pada tahun 1989 kedua jurusan ini tidak lagi menerima mahasiswa baru karena kebutuhan pengajar Matematika dan Bahasa Inggris di lingkungan Departemen Agama (Depag) waktu itu dianggap telah terpenuhi.

Pada tahun 1997 Departemen Agama melakukan perubahan kelembagaan dengan mengubah fakultas-fakultas cabang di lingkungan IAIN di seluruh Indonesia menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 tanggal 21 Maret 1997. Pada saat itu pula Fakultas Tarbiyah Malang yang merupakan cabang dari IAIN Sunan Ampel Surabaya berubah statusnya menjadi STAIN Malang. Seiring dengan perubahan tersebut maka dibuka kembali program studi Tadris Matematika dan IPA (Biologi) di Jurusan Tarbiyah pada tahun 1997 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 296 tanggal 30 Juni 1997 dan Surat Keputusan Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam No.: E/136/1997 tanggal 30 Juni 1997. Lulusan kedua program studi Tadris tersebut menyandang gelar Sarjana Agama (S.Ag.).
Dalam perkembangannya Program Studi Tadris Matematika dan IPA (Biologi) di bawah jurusan Tarbiyah berpisah dan berdiri sendiri menjadi jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Jurusan MIPA ini membuka Program Studi Matematika dan Biologi murni pada tahun 2000. Dengan perubahan ini sarjana program studi Matematika dan Biologi mendapatkan gelar Sarjana Sains (S.Si.) bukan Sarjana Agama (S.Ag.). Disamping itu untuk menjadi guru para mahasiswa program studi ini dapat mengikuti program akta IV sehingga dapat memiliki sertifikat kewenangan mengajar di sekolah dasar dan menengah. Pemisahan program studi Matematika dan Biologi dari jurusan Tarbiyah inilah menjadi tonggak berdirinya Fakultas Sains dan Teknologi.
Pembukaan Fakultas Sains dan Teknologi dimulai dengan disetujuinya pembukaan program-program studi umum pada STAIN Malang oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) yang didasarkan pada Surat Dirjen Dikti Nomor: 3445/D/T/2002 tanggal 20 Nopember 2002 tentang Rekomendasi pembukaan program-program studi umum pada STAIN Malang. Program Studi umum tersebut terdiri dari 4 (empat) jurusan yaitu: Matematika jenjang program Sarjana (S1), Biologi jenjang program Sarjana (S1), Fisika jenjang program Sarjana (S1) dan Kimia jenjang program Sarjana (S1). Kemudian ditindaklanjuti dengan Keputusan Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam (Dirjen Bagais) tentang penyelenggaraan 4 (empat) program studi di atas pada tanggal 24 April 2003 yaitu: Jurusan Kimia jenjang S1 berdasarkan SK. No.: DJ.II/59/2003; Jurusan Fisika jenjang S1 berdasarkan SK. No.: DJ.II/60/2003; Jurusan Matematika jenjang S1 berdasarkan SK. No.: DJ.II/61/2003 dan Jurusan Biologi jenjang S1 berdasarkan SK. No.: DJ.II/62/2003.
Akhirnya, dengan terbitnya Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: 1/0/SKB/2004 tanggal 23 Januari 2004 dan ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2004 tanggal 21 Juni 2004 tentang Perubahan Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Menjadi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Malang Menjadi Universitas Islam Negeri Malang maka terjadi perubahan kelembagaan STAIN Malang secara menyeluruh. Jurusan MIPA berubah menjadi Fakultas Sains dan Teknologi didasarkan pada Surat Dirjen Dikti Nomor: 3536/D/T/2004 tanggal 3 September 2004 tentang Rekomendasi Pembentukan Fakultas di Lingkungan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Universitas Islam Negeri Malang yang dikuatkan dengan legalitasnya dengan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 389 Tahun 2004 tanggal 3 September 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Islam Negeri Malang. Berdasarkan surat keputusan itu jumlah Fakultas di UIN Malang ada 6 (enam), salah satunya adalah Fakultas Sains dan Teknologi. Disamping empat program studi pada jurusan MIPA yang telah dibuka sebelumnya, ada tambahan 2 (dua) jurusan baru, yaitu Teknik Informatika dan Teknik Arsitektur. Ijin pembukaan jurusan atau program studi pada Fakultas Sains dan Teknologi didasarkan pada Keputusan Dirjen Bargais Nomor DJ.II/54/2005 tentang Ijin Penyelenggaraan Program Studi Jenjang S1 pada Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

Visi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang adalah “Menjadi Fakultas Sains dan Teknologi terkemuka dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menghasilkan lulusan di bidang sains dan teknologi yang memiliki kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, keluasan ilmu dan kematangan profesional, dan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang bercirikan Islam serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.”.
Untuk mencapai cita-cita di atas maka Misi yang diemban Fakultas Sains dan Teknologi adalah:
1. Mengantarkan mahasiswa memiliki kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, keluasan ilmu dan kematangan profesional.
2. Memberikan pelayanan dan penghargaan kepada penggali ilmu pengetahuan khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni yang bernafaskan Islam
3. Mengembangkan ilmu pengetahuan teknologi dan seni melalui pengkajian dan penelitian ilmiah
4. Menjunjung tinggi, mengamalkan dan memberikan keteladanan dalam kehidupan atas dasar nilai-nilai Islam dan budaya luhur bangsa Indonesia

Berdasarkan Visi dan Misi, maka yang menjadi tujuan Fakultas Sains dan Teknologi adalah:

  1. Menghasilkan lulusan dalam bidang sains, teknologi dan seni sebagai sumberdaya manusia yang unggul dan kompetitif di tingkat nasional dan internasional, berdiri kokoh di atas empat pilar kekuatan yaitu kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu dan kematangan profesional.
  2. Menjadi pusat pengembangan dan keunggulan dalam bidang sains, teknologi, dan seni yang dapat memberikan layanan pelatihan, konsultasi dan jasa bidang sains, teknologi dan seni untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat.
  3. Menjadi contoh dan tauladan dalam pengintegrasian agama dan sains yang diimplementasikan dalam kehidupan nyata dalam rangka pemberdayaan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan budaya luhur bangsa Indonesia.

Adapun standard kompetensi dan profil lulusan Fakultas Sains dan Teknologi yang diharapkan adalah:

  1. Memiliki kualifikasi akademik dan profesi standard, baik nasional maupun internasional yang tahu dan faham secara substantif dan prosedural kualifikasi akademik dan profesi yang dimiliki.
  2. Mampu mengenal, memahami, dan menyelesaikan permasalahn-permasalahan akademik dan profesi sesuai dengan bidangnya secara bertanggungjawab menurut etika akademik dan profesi serta dapat mengkomunikasikannya.
  3. Senantiasa belajar dalam arti luas untuk meningkatkan kemampuan dengan mengikuti perkembangan dan isu-isu sains dan teknologi mutakhir sehingga dapat berkomunikasi secara efektif antas sesama maupun masyarakat umumnya.
  4. Memiliki integritas akademik dan profesi yang tinggi, kreatif, inovatif, berwawasan luas, dan menjunjung tinggi etika moral serta menegakkan norma-norma dalam menerapkan pengetahuan pada berbagai bidang profesi dan pengabdian.

UIN Malang menjadikan “Ulul Albab” sebagai jargon yang hendak dimanifestasikan dalam bentuk program pendidikan, sehingga seluruh fakultas, jurusan dan program studi yang dikembangkan berada di bawah payung “Ulul Albab”.
Dari hasil kajian terhadap istilah “Ulul Albab” sebagaimana terkandung dalam 16 ayat Al Qur’an, ditemukan adanya 16 (enam belas) ciri khusus, untuk selanjutnya diperas ke dalam 5 (lima) ciri utama:

1. Selalu sadar akan kehadiran Tuhan pada dirinya dalam segala situasi dan kondisi, sambil berusaha mengenali Allah dengan kalbu (zikir) serta mengenali alam semesta dengan akal (pikir), sehingga sampai kepada bukti yang sangat nyata akan keagungan Allah Swt dengan segala ciptaanNya.
2. Tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah, serta mampu memisahkan yang jelek dari yang baik, kemudian dipilih yang baik walaupun harus sendirian dalam mempertahankan kebaikan itu dan walaupun kejelekan itu dipertahankan oleh sekian banyak orang.
3. Mementingkan kualitas hidup baik dalam keyakinan, ucapan maupun perbuatan, sabar dan tahan uji walaupun ditimpa musibah dan diganggu oleh syetan (jin dan manusia), serta tidak mau membuat onar, keresahan, kerusuhan, dan berbuat makar di masyarakat.
4. Bersungguh-sungguh dalam mencari dan menggali ilmu pengetahuan, dan kritis dalam menerima pendapat, teori atau gagasan dari manapun datangnya, serta pandai menimbang-nimbang untuk ditemukan yang terbaik.
5. Bersedia menyampaikan ilmunya kepada orang lain untuk memperbaiki masyarakatnya, dan tidak suka duduk berpangku tangan di laboratorium belaka, serta hanya terbenam dalam buku-buku di perpustakaan, tetapi justeru tampil di hadapan masyarakat, terpanggil hatinya untuk memecahkan problem yang ada di tengah-tengah masyarakat.
Bertolak dari kelima ciri utama tersebut, maka ciri-ciri yang pertama dan kedua menggarisbawahi sosok Ulul Albab yang memiliki kekokohan akidah dan kedalaman spiritual, ciri yang ketiga menggarisbawahi sosok Ulul Albab yang memiliki komitmen terhadap akhlak yang mulia, ciri yang keempat menggarisbawahi sosok Ulul Albab yang memiliki keluasan ilmu, dan ciri yang kelima menggarisbawahi sosok Ulul Albab yang memiliki kematangan profesional. Karena itu, UIN Malang mengemban tugas untuk menyiapkan calon-calon lulusan yang memiliki kekokohan akidah dan kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional.
Menurut UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat (2), bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik. Di dalam pasal 38 ayat 3 dikemukakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standard nasional pendidikan untuk setiap program studi.
Bertolak dari UU tersebut, maka menjadikan konsep Ulul Albab dan kandungan maknanya sebagai asumsi dasar dalam mengembangkan pendidikan di UIN Malang merupakan perwujudan dan prinsip diversifikasi, sehingga dapat dibenarkan adanya, sepanjang tetap memperhatikan standard nasional pendidikan.

Untuk merealisasikan aspek-aspek pengembangan Jurusan/Program Studi yang dimiliki oleh Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang saat ini, diperlukan struktur keilmuan yang jelas. Struktur keilmuan yang dikembangkan di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang adalah sebagaimana struktur keilmuan UIN Malang yang dibangun berdasarkan prinsip universalitas ajaran Islam yang digambarkan sebagai sebuah pohon yang kokoh dan rindang. Pohon yang memiliki akar yang teguh menghunjam ke bumi. Akar yang kokoh akan membentuk batang, dahan, cabang dan ranting yang kokoh pula, serta daun yang subur sehingga menghasilkan buah yang segar dan melimpah. Pohon yang kokoh dan rindang itu dijadikan metafora untuk menggambarkan struktur keilmuan yang dikembangkan oleh UIN Malang.
Makna dari Metafora struktur keilmuan yang dikembangkan UIN Malang berupa pohon yang kokoh dan rindang itu dapat dijelaskan sebagai berikut. Akar berfungsi untuk menyangga tegak dan kokohnya batang, disamping untuk meraup saripati makanan dari tanah. Oleh karena itu, akar dijadikan perumpamaan (tamsil) sebagai pondasi keilmuan. Komponen pondasi keilmuan yang dimaksudkan dalam tamsil tersebut adalah (1) Bahasa Arab dan Inggris, (2) Filsafat, (3) Ilmu Ke-alam-an (Alamiah), (4) Ilmu Sosial dan (5) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Akar ini akan mampu menyerap saripati makanan yang ada di bumi, sehingga pohonnya akan menjadi tumbuh subur. Bumi atau lingkungan tempat pohon tumbuh perumpamaannya sebagai kebiasaan, tradisi, maupun budaya yang bersumber pada nilai-nilai Islam dan khazanah budaya luhur bangsa Indonesia.
Batang merupakan pilar utama sebuah pohon. Batang dengan demikian diibaratkan sebagai komponen utama dalam struktur keilmuan yang dibangun di UIN Malang, yaitu keilmuan Islam. Karena akar (pondasi keilmuan) berfungsi menyangga tegak dan kokohnya batang (pilar utama keilmuan), maka kemampuan dan penguasaan yang matang terhadap pondasi keilmuan akan memudahkan para mahasiswa untuk memahami keilmuan Islam. Pilar utama keilmuan Islam yang digambarkan dengan batang sebuah pohon itu meliputi (1) al-Qur’an, (2) al-Sunnah, (3) Sirah Nabawiyah, (4) Pemikiran Islam, dan (5) Pemahaman terhadap Masyarakat Islam.
Sedangkan makna dahan dan ranting dalam struktur keilmuan yang dibangun di UIN Malang menggambarkan bidang ilmu yang ingin dikembangkan. Untuk saat ini, bidang ilmu yang dikembangkan tercakup dalam fakultas-fakultas dengan berbagai jurusannya, yang salah satunya adalah Fakultas Sains dan Teknologi.
Pohon yang memiliki akar, batang dan dahan serta ranting yang kokoh akan menghasilkan buah yang segar dan melimpah. Dalam tamsil struktur keilmuan yang dikembangkan oleh UIN Malang, makna buah yang segar dan melimpah adalah iman dan amal shalih.
Untuk merealisasikan pemikiran tentang struktur keilmuan yang digambarkan dengan sebuah pohon yang kekar dan kokoh itu, UIN Malang mengambil kebijakan bahwa semua mahasiswa (tanpa melihat jurusan atau program studinya) lebih dahulu harus menguasai fondasi (akar) keilmuan, sebelum mengkaji ajaran Islam (yang digambarkan sebagai sebuah batang), dan kemudian mengkaji keilmuan sesuai dengan pilihan disiplin ilmu yang dikembangkan (yang digambarkan sebagai sebuah dahan dan ranting), salah satunya adalah Sains dan Teknologi.
Mengikuti Pemikiran Imam al-Ghazali tentang klasifikasi ilmu, maka struktur keilmuan yang dikembangkan digambarkan sebagai sebuah akar dan batang yang keberadaannya dikategorikan sebagai wajib ‘ayn yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa. Sedangkan penguasaan bidang studi digambarkan sebagai dahan dan rantingnya yang keberadaannya dikategorikan sebagai wajib kifayah, yakni kewajiban setiap mahasiswa untuk menguasai dan mengembangkan program studi sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya.
Fakultas Sains dan teknologi UIN Malang sampai saat ini memiliki 6 jurusan yaitu: Jurusan Matematika, Jurusan Biologi, Jurusan Fisika, Jurusan Kimia, Jurusan Teknik Informatika, dan Jurusan Arsitektur. Disamping itu tidak menutup kemungkinan di kemudian hari berkembang dengan penambahan beberapa jurusan yang lain seperti Farmasi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Pendidikan Kedokteran Gigi, Pendidikan Vocasional dan sebagainya, yang dapat menyatu di dalam wadah satu fakultas atau kemungkinan berpisah dalam suatu wadah fakultas lain tersendiri.